PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Dokter beri tip hindari kebutaan dan amputasi pada penderita diabetes

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
14 Nov, 2023
0 0
0
Kenali dini gejala diabetes sehingga tak perlu tunggu skrining
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Dokter Spesialis dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dr M Ikhsan Mokoagow, M.Med.Sci, Sp. P. D., Subsp. EMD, FINASIM membagikan kiat untuk mencegah kebutaan akibat diabetic retinopathy serta amputasi karena gangguan saraf tepi.

“Pada diabetesi, seringkali terjadi diabetic retinopathy, yaitu adanya perubahan pembuluh darah di mata. Jika hal ini mencapai bagian tempat jatuhnya bayangan, maka bisa terjadi kebutaan,” ucap Ikhsan dalam sebuah wawancara daring yang diikuti dari Jakarta, Senin.

Walaupun begitu, ia menyatakan bahwa kebutaan pada diabetesi atau penderita diabetes bisa dicegah dengan mengendalikan kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah secara bersamaan serta melakukan skrining kesehatan retina sejak dini.

Dia menuturkan bahwa jika pasien menderita diabetes tipe 2, skrining retina sebaiknya dilakukan sesegera mungkin sekitar seminggu hingga sebulan setelah diabetesnya terdiagnosis.

Baca juga: Pakar: 70 persen orang Indonesia tak sadar dirinya mengidap diabetes

Baca juga: Kenali dini gejala diabetes sehingga tak perlu tunggu skrining

Sementara itu, jika orang tersebut merupakan penderita diabetes tipe 1 yang bisanya muncul sejak usia kanak-kanak, maka skrining retina dilakukan setidaknya lima tahun setelah terdiagnosis.

“Seringkali ketika seseorang terdiagnosis diabetes dan dianjurkan menemui dokter mata, mereka mengatakan bahwa mata mereka baik-baik saja atau hanya memakai kacamata atau sudah operasi katarak, padahal bukan itu yang ingin dicek, tapi kondisi retina mereka,” ujar Ikhsan.

Selain kondisi retina, dia juga mengatakan pada wawancara media eksklusif yang diselenggarakan oleh RS Pondok Indah Group tersebut bahwa diabetesi harus memperhatikan kondisi kaki mereka, terutama menghindari terjadinya luka.

Ia menuturkan bahwa orang-orang yang telah menderita diabetes dalam waktu yang lama seringkali mengalami kerontokan rambut dan kekeringan di kakinya sehingga mengalami gatal-gatal.

Pakar endokrinologi metabolik dan diabetes itu menyatakan bahwa kerusakan saraf tepi pada kaki juga membuat diabetesi sering mengalami kesemutan, kebas, dan mati rasa sehingga seringkali tidak sadar bahwa kaki mereka terluka.

Baca juga: Tes tusuk pakai glukometer bukan untuk diagnosis diabetes

Oleh karena itu, dia menganjurkan orang yang menderita penyakit kencing manis agar mengaplikasikan pelembap untuk mengurangi gatal-gatal dan memeriksakan kesehatan kaki mereka secara rutin untuk menghindari adanya luka yang tidak tertangani hingga menimbulkan infeksi.

Alumnus Universitas Brawijaya dan Universitas Indonesia tersebut menyatakan bahwa infeksi yang tidak tertangani dengan baik pada kaki diabetesi dapat menyebabkan diamputasinya anggota tubuh tersebut.

“Salah satu atau komplikasi terberat yang kita hindari pada orang diabetes adalah terjadinya amputasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa diabetes, terutama dengan kadar gula yang tidak terkendali, dapat menyebabkan terganggunya aliran darah sehingga memperlambat penyembuhan luka dan memperburuk infeksi.

“Boleh jadi dari luka kering akibat lecet karena terbentur sesuatu atau gatal yang digaruk, lalu lama-lama terkena infeksi dan kemudian melebar sampai ke jaringan di bawah kulit hingga ke otot. Hal yang paling bahaya adalah ketika infeksinya sudah sampai ke tulang,” ucap Ikhsan.

Ketika tulang sudah terinfeksi dan semua jaringan di bagian tersebut sudah mati, lanjutnya, maka perlu dilakukan amputasi agar jaringan yang sudah membusuk itu tidak menjadi sumber makanan untuk bakteri dan menimbulkan infeksi lebih lanjut.

“Amputasi memang sesuatu yang seharusnya bisa dicegah apabila kita melakukan perawatan kaki secara berkala dan juga memperhatikan bagaimana kondisi kaki seorang penderita diabetes,” kata dokter spesialis tersebut.

Baca juga: Wakil Ketua MPR ingatkan pencegahan diabetes pada anak sejak dini

Baca juga: Ahli gizi bagikan lima kiat kurangi risiko diabetes 

Baca juga: Pakar sebut gaya hidup yang buruk sebabkan pergeseran tren diabetes

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2023

[ad_2]

Source link

Previous Post

Waspadai diabetes akibat pola makan tak teratur karena sering begadang

Next Post

Dokter minta publik untuk kenali dan hindari kondisi pradiabetes

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Saat Tahu Kehamilanmu Positif

5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Saat Tahu Kehamilanmu Positif

23 Jan, 2026
7
4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
12
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
8
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
16
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?