PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Ibu Kota Jakarta Catat Kasus Mpox Terbanyak

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
29 Nov, 2023
0 0
0
Ibu Kota Jakarta Catat Kasus Mpox Terbanyak
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

JAKARTA — 

Setelah kasus mpox pertama di Indonesia terdeteksi pada Oktober 2022 lalu, hingga saat ini jumlah kasus penyakit ini telah mencapai 57 kasus. Hal ini disampaikan Direktur Surveilans Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Farchanny Tri Adryanto, dalam konferensi pers virtual hari Kamis (23/11). Sebaran penyakit cacar monyet di Indonesia terjadi di lima provinsi.

“Total kasus terkonfirmasi cacar monyet hingga 22 November 2023, ada 57 orang. Delapan orang masih suspek, 191 orang itu dinyatakan negatif, dan dari 57 kasus ini, 33 orang sudah sembuh,” kata Farchanny.

Farchanny menjelaskan dari 57 kasus terkonfirmasi mpox yang terbanyak melaporkan adalah DKI Jakarta (42 kasus), Banten (enam kasus), Jawa Barat (enam kasus), Jawa Timur (dua kasus), dan Kepulauan Riau (satu kasus). Seluruh penderita kasus cacar monyet yang terkonfirmasi adalah laki-laki.

Adapun rentang usia yang paling banyak dilaporkan kasus mpox yang terkonfirmasi adalah 30-39 tahun dengan 24 kasus. Kemudian, usia 25-29 dengan 17 kasus, 18-24 tahun dengan 13 kasus, 40-49 tahun dengan dua kasus, dan 50 tahun ke atas satu kasus.

“Dari 57 kasus yang terkonfirmasi orientasi seksual pada penderita adalah terbanyak pada komunitas lelaki seks lelaki (LSL) ada 35 kasus. Kemudian orientasi biseksual ada 11 kasus, heteroseksual ada tujuh kasus, dan yang belum diketahui secara pasti masih dilakukan pendalaman ada dua kasus. Ada lima kasus baru yang masih pendalaman dan penyelidikan epidemiologi,” jelas Farchanny.

Ditambahkannya, 57 kasus mpox yang terkonfirmasi rata-rata penderitanya disertai dengan kondisi penyerta, seperti positif human immunodeficiency virus (HIV) ada 39 kasus.

“Lalu, disertai dengan penyakit sifilis 16 kasus, hipertensi dua kasus, herpes simplex virus (HSV) dua kasus, dan tuberkulosis aktif dua kasus,” ujarnya.

Seluruh kasus mpox yang terkonfimasi diwajibkan menjalani isolasi. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan yang menjalani isolasi di rumah sakit ada tujuh kasus. Lalu, pasien yang menjalani isolasi mandiri dan dalam pengawasan petugas kesehatan ada 14 orang. “Dirawat di rumah sakit dan meninggal dunia ada satu orang dan sudah sembuh ada 33 kasus,” ujar Farchanny.

Potensi Penularan Cacar Monyet Terbanyak Lewat Kontak Seksual

Sementara itu kemungkinan penularan mpox paling banyak terjadi melalui kontak seksual dengan 51 kasus. Namun enam kasus cacar monyet lainnya belum diketahui jejak penularannya.

Adapun gejala yang timbul dari 57 kasus mpox itu yakni simtomatik seperti demam dan muncul lesi terjadi pada 54 orang. Kemudian pasien dengan gejala asimtomatik atau tidak dengan gejala demam dan lesi yakni tiga kasus.

“Rata-rata masa inkubasi pada kasus yang terkonfirmasi sekitar 7 hari. Gejala yang timbul dan dikeluhkan itu terbanyak adalah muncul lesi di kulit, demam, ruam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan influenza,” ucap Farchanny.

Cacar Monyet Merebak Pesat 2023

Tim pakar dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Lie Khie Chen, menyatakan angka kematian kasus mpox sangat kecil.

“Kami di RSCM menerima pasien dengan rujukan. Jadi penderita mpox yang dirujuk ke RSCM adalah pasien dengan komorbid yang berat. Kalau pasien yang kami rawat memang komplikasi, masuknya dengan kondisi yang bermasalah dan harus menjalani operasi,” katanya.

Lie Khie Chen juga memberikan klarifikasi terkait dengan satu pasien cacar monyet yang dirawat di RSCM. Menurutnya, pasien itu meninggal dunia bukan karena mpox. “Kondisi dari pasien penyebab meninggalnya sama sekali bukan karena mpox. Disebabkan oleh komorbid lainnya. Kita tidak perlu khawatir kasus mpox umumnya kasus yang bisa diatasi,” ujarnya.

Sementara itu spesialis penyakit dalam konsultan tropik infeksi, Robert Sinto, mengatakan angka kematian pada kasus mpox masih rendah. Namun upaya deteksi dini penyakit mpox perlu menjadi prioritas agar tidak terjadi penularan yang lebih banyak di masyarakat.

“Satu kasus yang berakhir dengan kematian bukan berarti angka kematiannya tinggi akibat mpox tapi rendah, sehingga tidak perlu terlalu khawatir tapi harus meningkatkan kewaspadaan,” tandasnya.

Kasus mpox di Indonesia pertama kali dilaporkan pada pada 20 Agustus tahun 2022 dengan satu kasus. Sejak saat itu sepanjang tahun 2022 tidak ada lagi kasus mpox yang ditemukan. Kemudian, kasus mpox di Indonesia kembali ditemukan pada Oktober 2023.[aa/em]

[ad_2]

Source link

Previous Post

Jumlah Anak-Anak dengan Penyakit Pernapasan Melonjak, Para Orang Tua di Shanghai Tak Terlalu Khawatir

Next Post

Dokumen Pengadilan Ungkap Rangkaian Peristiwa yang Sebabkan Kematian akibat Sirup Obat Batuk

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
11
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
7
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
14
Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

3 Des, 2025
25
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?