PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

IDAI: Pertusis di Indonesia banyak yang tidak terdata

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
23 Agu, 2024
0 0
0
IDAI: Pertusis di Indonesia banyak yang tidak terdata
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Ketua unit kerja koordinasi infeksi penyakit tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Anggraini Alam Sp.A(K) mengatakan angka kejadian pertusis di Indonesia banyak yang tidak terdata sehingga menyebabkan adanya peningkatan kasus di tahun 2022.

“Sebelum 2022 WHO mendata hanya 4 per seratus ribu populasi di Indonesia yang katanya mengalami pertusis, ini bukan berhasil, tetapi ini karena ada kurang update Indonesia sebelum adanya surveillance, kewaspadaan kita kurang,” kata Anggraini dalam diskusi daring yang diikuti di Jakarta, Jumat.

Anggraini menyebut umumnya angka pertusis di negara berkembang, termasuk di Indonesia tidak terlaporkan dengan baik karena sistem infrastruktur pemantauan pertusis yang belum optimal serta diagnosis yang terlambat.

Baca juga: Dinkes Sulsel terbitkan edaran persiapan antibiotik waspada pertusis

Kebanyakan gejala batuk yang didefinisikan sebagai pertusis, baru bisa didapatkan setelah pasien batuk selama dua minggu diiringi muntah yang menandakan sudah masuk ke stadium 2.

Di Indonesia, kata Anggraini, Kementerian Kesehatan baru mulai melakukan pemantauan khusus untuk mendapatkan angka kejadian pertusis pada tahun 2022 dengan meluncurkan buku petunjuk teknis surveilans pertusis.

“Ternyata di 2023 naik pesat 5,5 kali lipat dan dari 38 provinsi, 30 antaranya begitu di cek laboratoriumnya, ketemu pertusis, akhirnya ini menjadi outbreak,” kata Anggraini.

Baca juga: Cakupan imunisasi yang meningkat bisa kurangi polio hingga tetanus

Data ini juga mendapati bahwa pertusis diderita hampir 40 persen bayi di bawah satu tahun dan hampir 80 persennya tidak diimunisasi. Outbreak juga didapati terjadi di daerah-daerah dengan padat penduduk seperti Pulau Jawa dan Sumatera.​​​​​​​

Anggraini mengatakan pertusis harus dicegah dan diminimalisasi terutama pada bayi, karena satu saja pertusis yang dilaporkan maka sudah bisa disebut Kejadian Luar Biasa (KLB) karena 90 persen sekitarnya pasti tertular.

Kemenkes memberikan tata cara pertusis dan cara mencegahnya dengan meningkatkan cakupan imunisasi dengan sebaik-baiknya.

Baca juga: IDAI: vaksinasi ulang dimungkinkan bagi korban vaksin palsu

“Imunisasi kita mulai naik namun angka ini tidak bisa dikatakan baik karena pertusis bisa menularkan 17 orang lainnya makanya cakupannya harus 95 persen yang divaksin, karena di sanalah terjadi sumber KLB,” katanya.

Imunisasi yang perlu ditingkatkan dan dilengkapi adalah DTP-1 yang baru 91,4 persen di tahun 2023, DTP-2, DTP-3 dan DTP-4 yang belum mencapai 95 persen.

Ia berharap 2024 bayi dan anak dapat melengkapi imunisasi DTP yang juga termasuk program pemerintah untuk usia 2,3,4 hingga 18 bulan, serta usia lima sampai tujuh tahun dan usia SD sampai remaja untuk menghindari pertusis.

“Kita juga harus memperkenalkan pertusis dengan batuk terus-menerus minimal dua minggu lebih dengan tanda muntah tanpa sebab, henti nafas, maka mohon segera ke faskes terdekat untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Baca juga: Dokter ingatkan batuk dan pilek bukan kontraindikasi imunisasi

Baca juga: Beberapa perbedaan batuk berdasarkan sifat akutnya

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Previous Post

Masalah kesehatan seksual dan reproduksi masih sering diabaikan

Next Post

Bahaya yang mengintai jika pertusis tidak segera diobati

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
9
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
4
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
13
Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

3 Des, 2025
21
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?