PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Kemenkes: Studi epidemiologis mikroplastik pada kesehatan masih minim

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
6 Okt, 2023
0 0
0
Kemenkes: Studi epidemiologis mikroplastik pada kesehatan masih minim
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut studi epidemiologis soal mikroplastik masih sangat minim sehingga dampaknya pada kesehatan manusia belum dapat diketahui secara pasti.

“Bahaya mikroplastik bagi manusia belum jelas. Studi epidemiologis terkait mikroplastik relatif sedikit,” kata Direktur Penyehatan Lingkungan Kemenkes Anas Ma’ruf saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Anas menuturkan minimnya penelitian juga terjadi di Indonesia, sehingga perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti dampak buruk dari mikroplastik pada tubuh manusia, terutama yang berkaitan dengan paru-paru serta penderita komorbid seperti asma atau sistem imun.

Sejauh ini, hampir semua studi tentang toksisitas mikroplastik menggunakan model eksperimental dengan dosis mikroplastik yang tinggi. Dampak toksisitas tersebut antara lain stres oksidatif, gangguan metabolisme, gangguan respon imun, gangguan syaraf, serta gangguan reproduksi dan perkembangan.

Anas mencontohkan ada satu penelitian yang melaporkan bahwa dampak tersebut, lebih mungkin terjadi pada pekerja di pabrik polimer, karena berpotensi rentan terkena dampak penyakit pernapasan kronis dari mikroplastik.

Sama halnya dengan kondisi di Amerika Serikat, yang memiliki kasus di mana sekelompok karyawan pabrik nilon didiagnosis menderita penyakit paru interstitial yang berhubungan dengan pekerjaan.

Baca juga: Kemenkes: Mulut jadi jalur utama mikroplastik masuk tubuh manusia

Berkaca dari sejumlah kasus tersebut, Anas meminta masyarakat mulai mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan tujuan untuk mengurangi partikel plastik yang berukuran sangat kecil masuk ke dalam tubuh baik melalui mulut ataupun saluran nafas.

Ia turut menganjurkan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti menggunakan masker bila keluar rumah. Hal ini merupakan bentuk proteksi diri, setelah sebuah tim penelitian asal Jepang mengumumkan bahwa mikroplastik sudah berhasil menembus ke dalam awan pada Selasa (3/10) lalu.

Dengan berpegangan pada kajian-kajian yang sudah ada sebelumnya, Anas menyatakan Kemenkes sudah melakukan sejumlah upaya untuk mengatasi permasalahan mikroplastik yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat secara umum.

Upaya pertama yang digencarkan Kemenkes adalah mendorong pengurangan penggunaan plastik kepada masyarakat. Jajarannya juga memperluas pentingnya pengelolaan sampah dalam masyarakat menggunakan metode reduce, reuse, recycle (3R), melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) berupa pengelolaan sampah rumah tangga.

“Kami juga selalu mengimbau masyarakat untuk segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan bila sakit atau mengalami gangguan kesehatan,” kata Anas.

Baca juga: PDPI: Temuan mikroplastik dalam awan picu kerusakan paru manusia

Baca juga: BRIN : Banyak tumpahan mikroplastik di Sungai Citarum

Baca juga: DLH: Pencemaran mikroplastik air laut Mayangan di Probolinggo tinggi

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2023

[ad_2]

Source link

Previous Post

Kemenkes: Mulut jadi jalur utama mikroplastik masuk tubuh manusia

Next Post

Orang tua jadi penentu anak miliki sifat agresif melakukan bullying

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
11
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
6
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
14
Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

3 Des, 2025
24
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?