PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Kepala BKKBN sebut Tuberkulosis jadi salah satu penyebab stunting

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
9 Okt, 2023
0 0
0
Kepala BKKBN sebut Tuberkulosis jadi salah satu penyebab stunting
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyebut penyakit Tuberkulosis (TB) dapat menjadi salah satu penyebab anak terkena stunting.

“TB juga penyakit-penyakit yang menular masih mewarnai (kehidupan anak-anak kita), hingga membuat tergerusnya status nutrisi dan penyebab stunting,” kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Ketika menghadiri Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Kesehatan Anak yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di Padang hari ini, Hasto menyoroti pemicu TB yang menyebabkan anak-anak terkena stunting adalah rumah yang tidak layak huni.

Baca juga: Kemenko PMK usulkan tambahan 5 provinsi prioritas penanganan stunting

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh BKKBN, jumlah anak usia dini di Indonesia yang tinggal di rumah tidak layak huni ada sebanyak 57,91 persen. Di mana ciri rumahnya yakni atap terbuat dari asbes, jendela rumah tidak lebih dari 10 persen luas bangunan rumah dan lantai yang tidak dikeramik.

Diketahui atap yang terbuat dari asbes lebih rentan rontok dari seng, sehingga serpihan kecil bisa terhirup masuk ke saluran nafas anggota keluarga.

Penyebab lain anak terkena stunting adalah tidak optimalnya pemberian ASI eksklusif dan makanan tambahan yang mengandung protein hewani, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Hasto menyoroti pada masa kini, seharusnya orang tua dapat mempelajari varian makanan bagi anak-anak

“Hari ini variasi makanan anak-anak Indonesia di kota masih lebih bagus daripada di daerah. Hari ini juga ASI eksklusif masih berat untuk mencapai 70 persen, oleh karena itu kita meminta dukungan dari rekan-rekan semua supaya ASI eksklusif bisa mencapai 70 persen,” ujar dia.

Hasto menyatakan saat ini pemerintah sedang berupaya menangani permasalahan stunting dengan memberikan intervensi baik secara spesifik maupun sensitif. Dengan demikian, angka prevalensi stunting yang berdasarkan data SSGI 2022 angkanya masih 21,6 persen.

Ia berharap setiap pihak tetap menjaga sinergi dan kolaborasi, sehingga angkanya bisa turun secara signifikan sekitar 3,8 persen pada tahun ini.

“Mudah mudahan hasil SSGI tahun 2023 akhir ini mencapai 18 persen atau 17,8 persen. Untuk balita 21,6 persen, tetapi untuk baduta yaitu 17,9 persen sehingga ada harapan. Semua yang masih di atas 10 persen masih punya tugas untuk kita supaya bisa menurunkan stunting dengan sebaik baiknya,” kata Hasto.

Baca juga: Pemerintah serahkan insentif fiskal stunting Rp1,68 triliun ke daerah

Baca juga: Turunkan angka “stunting” dengan konsumsi jagung

Baca juga: Kepala BKKBN sebut perubahan perilaku kunci turunkan stunting

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2023

[ad_2]

Source link

Previous Post

Ahli: Atur asupan gizi dengan hindari makanan berlemak saat bekerja

Next Post

Gejala depresi remaja bukan hanya perasaan sedih

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

Rekapitulasi Pengaduan Semester I 2026 UPT Puskesmas Mengkubang

14 Sep, 2026
98

Kader ILP Kecamatan Damar Meraih Juara 1 Lomba Senam Kreasi Promosi Kesehatan

5 Agu, 2026
6

Indeks Kepuasan Masyarakat UPT Puskesmas Mengkubang Semester I Tahun 2026

27 Jul, 2026
11

Puskesmas Mengkubang Merilis Aplikasi Penunjang Administrasi Pegawai

7 Jul, 2026
9
Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini Untuk mencegah Diabetes Tipe 2

Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini Untuk mencegah Diabetes Tipe 2

24 Apr, 2026
76
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?