PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Ketahui fakta soal amoeba pemakan otak bernama Naegleria Fowleri

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
7 Jul, 2024
0 0
0
Ketahui fakta soal amoeba pemakan otak bernama Naegleria Fowleri
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Naegleria Fowleri adalah organisme bersel satu yang biasanya ditemukan di tanah dan danau air tawar hangat, sungai, kolam, dan sumber air panas di seluruh dunia.

Dilaporkan oleh Medical Daily pada Jumat (5/7), amoeba pemakan otak ini dapat menyebabkan Meningoensefalitis Amoeba Primer (PAM), sebuah infeksi yang sangat fatal ketika masuk melalui hidung. Ia akan menyebar ke otak untuk menghancurkan jaringan yang ada.

Meski kasusnya jarang terjadi, infeksi ini dapat ditemukan di kolam renang, tempat percikan air, dan air keran yang tidak dirawat dengan baik. Setiap tahun, kurang dari 10 kasus PAM dilaporkan di Amerika Serikat dan hampir semuanya meninggal karena penyakit tersebut.

Baca juga: KKM keluarkan sejumlah saran untuk cegah infeksi amuba pemakan otak

 

Dalam dua bulan terakhir, kasus itu sudah ditemukan di India. Seorang anak berusia 5 tahun meninggal akibat infeksi tersebut.

Korban lain bernama Mridul yang berusia 14 tahun dari Kerala bagian selatan, juga meninggal pada Kamis (4/7), setelah berjuang melawan PAM yang diakibatkan oleh Naegleria Fowleri saat mandi di kolam di Kozhikode, Kerala.

Sebelumnya, ada lagi dua korban dari Kerala yang meninggal karena kasus serupa.

Maka dari itu, kita perlu memahami adanya tanda-tanda infeksi PAM sebagai bentuk antisipasi.

Baca juga: Studi ungkap bagaimana bakteri kolera lolos dari pemangsa di air

 

Gejala infeksi:

Gejala infeksi pertama yang perlu diperhatikan adalah biasanya muncul dalam waktu seminggu setelah amoeba masuk ke dalam tubuh usai berenang, menyelam, mandi atau bermain di air tawar yang bersifat hangat dan umumnya tergenang.

Penderita akan mengalami sejumlah keluhan seperti sakit kepala, demam, mual, muntah, kelainan perilaku, kejang hingga perubahan status mental.

Dalam beberapa kasus penderita juga dapat mengalami leher kaku, kebingungan, kurang perhatian terhadap orang lain dan lingkungan sekitar, kehilangan keseimbangan dan halusinasi.

Dikarenakan infeksi ini dapat berkembang dengan cepat, penderita juga dapat mengalami koma hingga kematian setelah amoeba tersebut masuk ke dalam tubuh selama lima hari.

Baca juga: Ketahuilah sudut paling berkuman di dapur Anda

 

Cara penularan:

Penularan infeksi ini melalui saluran hidung saat kita sedang berenang di air yang terkontaminasi. Dalam kasus yang jarang terjadi, orang tertular amoeba dari air keran saat membilas saluran hidung, dari air rekreasi yang tidak memiliki cukup klorin seperti bantalan percikan, dan dari taman selancar.

Namun, amoeba tidak dapat masuk ke dalam tubuh dengan menelan air. Infeksi juga tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain.

Baca juga: Peran mikrobiologi klinik atasi masalah penyakit infeksi di Indonesia

 

Cara meminimalisasi risiko penularan:

Hindari berenang di air tawar yang tidak diolah, terutama saat cuaca hangat ketika Naegleria fowleri sedang berkembang biak.

Bila kita terpaksa masuk ke dalam air tawar, peganglah hidung atau gunakan penjepit hidung. Usahakan kepala tetap berada di atas air saat berada di sumber air panas dan hindari menggali di area dangkal yang merupakan tempat berkembangbiaknya amoeba.

Gunakan air keran yang disuling atau direbus untuk membilas sinus atau membersihkan saluran hidung.

Baca juga: BRIN cari alternatif obat berbasis tumbuhan untuk penyakit infeksi

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Previous Post

Rutinitas Pengobatan Herbal Harian Saya – Mengapa Saya Minum Obat Herbal SETIAP Hari

Next Post

BPOM ajak masyarakat jaga kesehatan lewat pangan aman konsumsi

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
11
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
8
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
16
Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

3 Des, 2025
25
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?