PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Konsumsi kedelai bisa jadi permasalahan genitalia pada janin laki-laki

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
16 Jan, 2024
0 0
0
Konsumsi kedelai bisa jadi permasalahan genitalia pada janin laki-laki
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Mengonsumsi kacang-kacangan saat hamil dapat meningkatkan kadar besi dalam darah, namun jika berlebihan dalam mengonsumsi kedelai bentuk utuh bisa memicu permasalahan genitalia pada janin laki-laki.

Seperti dikemukakan dokter spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUP Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Prof. Dr. dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG Subsp KFm (K) dalan diskusi yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.

“Kalau kedelai murni dimakan banyak karena mengandung genistain yaitu salah satu pemicu tumbuhnya pitoesterogen, maka kalau bayi laki-laki ada risiko untuk menjadi permasalahan genitalia atau saluran kencing jadi meningkat 3 persen,” kata dia. 

Makan kedelai utuh bagi ibu hamil yang memiliki janin perempuan juga berisiko mendapatkan menstruasi lebih cepat saat dewasa karena terpapar esterogen lebih tinggi pada masa kehamilan.

Baca juga: Dokter kandungan: ibu hamil harus kontrol konsumsi hati

Noroyono mengatakan, saat hamil, ibu tidak hanya perlu memenuhi nutrisi untuk zat besi dari satu sumber saja namun juga dari sumber lainnya seperti protein, lemak, mineral dan karbohidrat. Salah satu sumber zat besi yang mudah diserap tubuh adalah daging merah, bisa dari sapi ataupun kambing, yang bagi ibu hamil dibutuhkan minimal 400 gram daging.

Selain daging, asupan besi juga perlu dicukupi dari sayuran, kacang atau telur karena zat besi harus ada pengikat untuk bisa mengalir dalam darah dengan baik yaitu dari protein.

Namun harga daging yang terkadang mahal membuat ibu sering kali mengalami defisiensi zat besi, yang mana besi sangat penting bagi pertumbuhan janin.

“Kalau pada trimester 1 disebut anemi kalau kurang dari 11 miligram zat besi, di trimester 2 kurang dari 10,5 atau paling gampang semuanya dibawa 10 setengah milligram,” kata Noroyono.

Baca juga: Anemia bisa pengaruhi perkembangan otak anak sampai usia 5 tahun

Untuk menjaga kadar zat besi dalam tubuh cukup, Noroyono menyarankan untuk memeriksa darah perifer lengkap (DPL) untuk mengetahui seseorang anemia defisiensi zat besi atau tidak. Jika akan menikah, waspadai anemia dengan penyebab talasemia karena bisa memberikan risiko tekanan darah tinggi bagi ibu hamil dan risiko bayi meninggal sebelum lahir.

Sebanyak 25 persen anak yang lahir dari ibu penderita talasemia bisa berdampak anak menderita talasemia mayor dan harus melakukan transfusi darah setiap minggu.

Di samping itu, alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini mengatakan kelebihan zat besi juga akan menjadi masalah lain karena dapat menginduksi oksidasi dari lemak yang bisa menyebabkan kematian sel di tubuh.

Selain itu, zat besi bisa bersifat toksik atau menjadi racun dalam tubuh jika jumlahnya berlebihan. Hal itu karena protein tidak bisa mengikat zat besi yang cukup sehingga besi menjadi radikal bebas dalam tubuh.

“Kalau keadaan itu dalam jumlah tertentu bisa merusak semua, salah satunya besi, selama terikat tidak jadi karat, tapi kalau besi bebas bisa jadi radikal bebas, ibaratnya dalam sehari-hari bisa jadi karat karena besi bebas,” ucapnya.

Baca juga: Dokter: Cegah anemia pada ibu hamil dengan makanan kaya zat besi

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Previous Post

Dokter kandungan: ibu hamil harus kontrol konsumsi hati

Next Post

Dermatolog sebut perawatan dengan masa pemulihan singkat kian digemari

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

Rekapitulasi Pengaduan Semester I 2026 UPT Puskesmas Mengkubang

14 Sep, 2026
89

Kader ILP Kecamatan Damar Meraih Juara 1 Lomba Senam Kreasi Promosi Kesehatan

5 Agu, 2026
6

Indeks Kepuasan Masyarakat UPT Puskesmas Mengkubang Semester I Tahun 2026

27 Jul, 2026
11

Puskesmas Mengkubang Merilis Aplikasi Penunjang Administrasi Pegawai

7 Jul, 2026
9
Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini Untuk mencegah Diabetes Tipe 2

Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini Untuk mencegah Diabetes Tipe 2

24 Apr, 2026
76
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?