PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Mengenal testis tidak turun pada anak dan efek jangka panjangnya

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
1 Nov, 2023
0 0
0
Mengenal testis tidak turun pada anak dan efek jangka panjangnya
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Dokter spesialis urologi RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Putu Angga Risky Raharja, Sp.U., FICS menjelaskan testis tidak turun kerap terjadi pada anak yang lahir cukup bulan maupun kurang bulan karena testis tidak berkembang selama masa kehamilan.

“Testis tidak turun adalah suatu kelainan bawaan yang paling banyak dijumpai, angka kejadian anak lahir cukup bulan 1-4 persen kalau kurang bulan bisa meningkat 45 persen. Normalnya testis akan mengalami penurunan saat bayi di dalam kandungan di trimester satu dan masuk ke kantung kemaluan pada akhir trimester tiga,” ucapnya dalam diskusi kesehatan yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu.

Angga mengatakan ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko anak kemungkinan mengalami testis yang tidak turun. Pertama jika anak lahir prematur, selain itu jika anak lahir dengan berat badan rendah. Anak yang terlahir kembar juga memiliki risiko tinggi kejadian testis tidak turun serta ada riwayat dalam keluarga yang mengalami hal sama.

Beberapa penelitian juga mengatakan ada hubungan dengan paparan asap rokok dan konsumsi alkohol pada ibu yang sedang mengandung, yang juga dapat meningkatkan risiko terjadinya testis tidak turun.

Baca juga: Benarkah minum soda saat hamil sebabkan anak lahir dengan autisme?

Baca juga: Pengidap kanker anak mungkin hadapi tantangan kesehatan saat dewasa

Saat anak lahir dengan indikasi testis tidak turun, dokter yang tergabung dalam Ikatan Ahli Urologi Indonesia ini mengatakan, akan melakukan pemeriksaan fisik dengan meraba, dimana testis tidak turun kemungkinan ada di daerah selangkangan dan masih dalam jalur normal penurunan seharusnya namun belum sampai ke kantung kemaluan.

Testis yang masih teraba akan dilakukan operasi terbuka atau pembedahan biasa.

“Tapi kalau misalnya tidak teraba, itu kemungkinan testisnya masih ada di dalam rongga perut. Kalau di dalam rongga perut, untuk operasinya sendiri itu memerlukan tindakan laparaskopi memasukkan alat melalui perut untuk melihat lokasi tesis di dalam perut,” katanya.

Angga juga menjelaskan dari 100 persen testis tidak teraba, kurang lebih ada 40 persen posisinya berada di rongga perut, dan 40 persen lainnya sudah masuk ke dalam selangkangan namun tidak teraba. Dan Sebagian kecil yang memang testis tidak terbentuk atau dalam kedokteran disebut testis mati.

Testis yang mati atau tidak berkembang, kata Angga, terjadi dalam kandungan karena pembuluh darahnya terpelintir sehingga testis hilang.

Hal lain lagi jika testis hanya tumbuh satu bagian, akan bertambah besar dari ukuran normal sebagai ‘kompensasi’ pada testis yang tidak terbentuk pada satu bagian lainnya.

Baca juga: Anemia pada ibu hamil dapat pengaruhi kecerdasan anak yang dilahirkan

Berefek pada fertilitas

Angga juga menjelaskan testis yang tidak turun masih bisa ditunggu sampai bayi berusia enam bulan karena masih dimungkinkan testis turun sempurna. Namun jika setelah enam bulan belum turun di kantung kemaluan, harus segera berobat ke dokter dan diturunkan testisnya sebelum usia 12 bulan atau satu tahun.

“Ternyata kalau dari kita ambil jaringan testis yang diturunkannya lebih dari usia 12 bulan atau 18 bulan, ternyata jumlah sel-sel yang menghasilkan sperma itu berkurang jumlahnya. Dan sel-sel yang menghasilkan hormon laki-laki atau testosteron juga berkurang jumlahnya,” ucap Angga.

Hal ini dapat memengaruhi kesuburannya dimasa mendatang dan jumlah sel yang menghasilkan sperma dan hormon testosteron juga berkurang. Sehingga sangat penting untuk segera ke dokter jangan sampai terlambat dalam penanganannya.

Anak dengan testis tidak turun masih bisa mempunyai anak jika dilakukan tindakan segera saat anak usia 6 bulan.

“Untuk yang anak-anak yang tidak turun satu sisi dan kemudian kita datang operasi, itu sama kemungkinan dia memiliki anak. Tapi mungkin jumlah anak yang dia milikinya lebih sedikit dibandingkan dengan yang dari awal udah normal,” tutup Angga.

Baca juga: Cara atasi anak susah makan dengan perbaiki jadwal makannya

Baca juga: Anak berusia di bawah 8 tahun rentan terkena gangguan penglihatan

Baca juga: Dokter Jiwa: Kesehatan mental pengaruhi pertumbuhan kognitif anak

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2023

[ad_2]

Source link

Previous Post

Dokter: Usahakan tubuh tetap aktif walau alami nyeri tulang belakang

Next Post

Perubahan perilaku akibat stres tanda remaja perlu bantuan orang lain

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
11
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
6
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
14
Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

3 Des, 2025
24
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?