PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Menonton televisi berlebihan bisa tingkatkan risiko penyakit jantung

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
27 Agu, 2024
0 0
0
Penyebab masalah jantung yang lebih banyak ditemukan pada orang muda
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Waktu layar yang berlebihan telah lama dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan tidur dan obesitas hingga masalah kesehatan mental.

Dikutip dari Medical Daily, Selasa (27/8), sebuah studi baru mengungkapkan bagaimana menonton televisi, aktivitas rekreasi umum dan bentuk penggunaan layar yang populer, mempengaruhi risiko penyakit kardiovaskular pada dewasa muda.

Studi tersebut menunjukkan bahwa setiap jam tambahan menonton TV dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 26 persen pada dewasa muda.

Studi sebelumnya telah meneliti bagaimana menonton televisi mempengaruhi risiko penyakit kardiovaskular, tetapi sebagian besar fokus pada orang dewasa paruh baya dan usia lanjut serta memiliki periode tindak lanjut yang relatif singkat.

Baca juga: Waspadai enam penyebab risiko serangan jantung di usia muda

Baca juga: Dokter jelaskan alasan serangan jantung bisa terjadi pada usia muda

Penelitian terbaru ini adalah studi berskala besar yang melibatkan lebih dari 4 ribu dewasa muda antara usia 18 dan 30 tahun, untuk memperkirakan risiko jangka panjang dari menonton televisi terhadap serangan jantung, gagal jantung, dan stroke, para peneliti mengikuti peserta selama 30 tahun.

Hasil yang dipublikasikan di Journal of General Internal Medicine menunjukkan bahwa mereka yang menghabiskan lebih banyak waktu menonton TV di usia awal 20-an memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan masalah kardiovaskular ini di kemudian hari.

Setiap jam tambahan menonton TV setiap hari pada usia 23 tahun meningkatkan risiko mengembangkan penyakit jantung koroner sebesar 26 persen dan kejadian penyakit kardiovaskular sebesar 16 persen.

Dan untuk setiap jam tambahan menonton TV harian setiap tahun, risikonya meningkat lebih tinggi: 55 persen untuk penyakit jantung koroner, 58 persen untuk stroke, dan 32 persen untuk penyakit kardiovaskular.

Menurut temuan studi, masa dewasa muda adalah “jendela penting untuk intervensi dalam kebiasaan menonton televisi untuk mencegah hasil kardiovaskular yang buruk.”

“Dalam studi kohort prospektif ini, menonton televisi yang lebih banyak di masa dewasa muda dan peningkatan tahunan dalam menonton televisi selama paruh baya dikaitkan dengan kejadian penyakit kardiovaskular dini, terutama penyakit jantung koroner. Masa dewasa muda serta perilaku selama paruh baya mungkin merupakan periode penting untuk mempromosikan pola perilaku menonton televisi yang sehat,” tulis para peneliti.

“Temuan kami menunjukkan bahwa jumlah waktu yang dihabiskan dewasa muda untuk menonton layar dapat secara signifikan mempengaruhi risiko mereka mengembangkan kondisi jantung serius di kemudian hari,” kata penulis utama studi Dr. Jason Nagata dalam rilis berita.

Waktu layar yang lebih banyak dapat menggantikan aktivitas penting seperti tidur dan aktivitas fisik. Ini menekankan pentingnya mempromosikan kebiasaan layar yang sehat sejak dini untuk mencegah penyakit jantung dan stroke di masa depan, tambahnya.

Baca juga: ‘Mager’ hingga rokok elektrik picu jantung koroner usia muda 

Baca juga: Dokter: Usia pasien serangan jantung Indonesia lebih muda dari Eropa

Baca juga: Waspada peningkatan risiko penyakit jantung pada usia muda

Penerjemah: Putri Hanifa
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Previous Post

Ikhtiar menanggulangi Mpox – ANTARA News

Next Post

Menghindari asupan natrium dari makanan kemasan

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
11
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
7
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
14
Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

3 Des, 2025
25
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?