PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Perubahan kebiasaan minum obat jadi pemicu penyakit tambah kritis

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
1 Nov, 2023
0 0
0
Perubahan kebiasaan minum obat jadi pemicu penyakit tambah kritis
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Dokter spesialis anestesiologi RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Noor Hafidz Sp.An mengatakan perubahan kebiasaan minum obat pada pasien yang memiliki penyakit risiko tinggi dapat menyebabkan risiko keparahan atau tingkat kritis yang lebih tinggi.

“Biasanya di pasien-pasien ICU menjadi kritis karena berubah kebiasaan minum obatnya karena bosan dan kalau berhenti atau malah infeksi mungkin bisa menjadi kondisi kritis,” kata Hafidz dalam diskusi Kesehatan yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu.

Hafidz mengatakan kondisi pasien dikatakan kritis jika mengalami sakit berat sehingga potensi kematiannya dekat. Biasanya pasien dengan kategori kritis mengalami gagal organ multiple atau mengalami infeksi yang mengancam nyawa.

Kategori kritis juga digunakan pada pasien yang mengalami trauma seperti kecelakaan atau korban kebakaran.

Baca juga: Alasan penyandang HIV wajib segera konsumsi obat cegah TBC

Baca juga: Kemenkes: Pasien ginjal akut punya riwayat konsumsi obat Praxion

Dokter yang menyelesaikan Pendidikan di Universitas Indonesia ini mengatakan kondisi kritis bisa dipicu dengan berbagai faktor risiko yaitu host atau pasien, agen atau pembawa penyakit dan lingkungan.

“Jadi dari faktor host kekebalan tubuh, bagaimana genetiknya, kebiasaan terhadap sebuah penyakit akan menyebabkan dia sakit kritis atau tidak. Infeksi yang dikasih obat nggak mempan, bisa juga lingkungannya misalnya dia sehat-sehat aja tapi tinggal di daerah yang tinggi angka kesakitan,” ucapnya.

Bila pasien kritis karena penyakit seperti stroke, jantung, atau diabetes yang menyerang tiba-tiba, harus mengontrol dengan rutin mengonsumsi obat agar sakitnya tidak menjadi kritis.

Hafidz menyebut, pasien yang dalam kondisi kritis perlu dirawat di ruang perawatan khusus seperti Intensive Care Unit (ICU) untuk mendapatkan hasil optimal dan pengobatan yang terus menerus secara intensif.

Ada beberapa perbedaan dengan ruang rawat biasa yaitu ketersediaan peralatan penyokong organ, jumlah perawat dan agresifitas perawat terhadap pasien kritis dalam pemberian obat dan mencari diagnostik lain.

“SDM perawatan intensif satu pasien satu perawat, ini beda jauh dengan rawat inap, kedua peralatan pasien di perawatan intensif membutuhkan banyak peralatan untuk pemantauan, untuk memberikan obat, memberikan organ support,” jelas Hafidz.

Jika ada pasien yang dirawat di ruang intensif, Hafidz berpesan pada pihak keluarga agar tidak terkejut dengan kondisi pasien yang bisa menurun drastis. Maka itu, keluarga pasien harus sedia untuk berjaga di rumah sakit agar tim dokter yang menangani tidak kesulitan jika harus menanyakan keputusan maupun informasi pasien.

Selain itu keluarga yang berjaga juga disarankan tidak sendirian dan cukup tidur agar tidak ikut sakit saat menjaga pasien dengan penyakit kritis yang dirawat di ICU.

Dokter dan tim yang menangani pasien biasanya juga akan mengadakan pertemuan yang terdiri dari dokter anastesi dan perawat lainnya untuk mengabarkan kondisi terkini pasien. Disaat itulah, kata Hafidz, keluarga bisa bertanya dan mencatat apa yang disampaikan dokter.

“Keluarga harus catat dan menanyakan, dan menyampaikan keinginan yng sakit, wasiatnya apa itu harus disampaikan,” jelas Hafidz.

Selain itu juga perlu menjaga komunikasi dengan perawat dan selalu sampaikan informasi yang jujur kepada tim agar tidak salah dalam mengambil keputusan untuk pasien.

Baca juga: DKI diminta tingkatkan kualitas alkes penyakit kritis

Baca juga: Menkes: Pasien penyakit kritis boleh minum obat sirop

Baca juga: Perlukah memiliki asuransi untuk penyakit kritis?

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2023

[ad_2]

Source link

Previous Post

Perubahan perilaku akibat stres tanda remaja perlu bantuan orang lain

Next Post

Peran keluarga penting dalam menangani osteoporosis pada lansia

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
11
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
7
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
14
Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

3 Des, 2025
25
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?