[ad_1]

Dilaporkan laman Medical Daily, Jumat (10/11) antibodi terhadap alergen tertentu, khususnya susu sapi, dapat secara signifikan meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Orang yang sensitif terhadap makanan dapat mengalami gatal-gatal, mengi, bengkak, dan masalah pencernaan seperti sakit perut, mual, muntah, dan diare setelah terpapar alergen. Pada beberapa orang, alergi makanan dapat menyebabkan anafilaksis, suatu reaksi yang mengancam jiwa.
“Kami terkejut dengan temuan ini karena sangat umum terdapat IgE dalam makanan dan sebagian besar orang tidak menunjukkan gejala apa pun saat mereka mengonsumsi makanan tersebut,” kata penulis utama studi Corinne Keet, dari Departemen Pediatri UNC.
Kaitan terkuat dengan kematian kardiovaskular terlihat pada orang yang memiliki antibodi namun terus mengonsumsi makanan tersebut secara teratur. Meskipun risiko tertinggi dikaitkan dengan susu sapi, alergen lain seperti kacang tanah dan udang juga berbahaya.
Baca juga: Dokter kemukakan perbedaan aritmia dan perasaan berdebar-debar
Tim peneliti meninjau data dari 4.414 orang dewasa yang berpartisipasi dalam Survei Kesehatan dan Pemeriksaan Nasional (NHANES) dan 960 peserta di situs Studi Multi-Etnis Aterosklerosis (MESA) Wake Forest. Mereka mengukur IgE total dan spesifik peserta terhadap alergen, termasuk susu sapi, telur, kacang tanah, udang, alpha-gal, tungau debu, dan rumput timothy. Selama penelitian, 285 orang meninggal karena penyakit kardiovaskular.
Peserta yang memiliki antibodi IgE terhadap setidaknya satu makanan, terutama yang sensitif terhadap susu, dikaitkan dengan risiko kematian kardiovaskular yang jauh lebih tinggi. Analisis lebih lanjut menunjukkan risiko yang signifikan di antara mereka yang rutin makan kacang tanah dan udang bahkan ketika mereka sensitif.
Baca juga: Naik tangga bisa turunkan resiko sakit jantung sabanyak 20 persen
Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
COPYRIGHT © ANTARA 2023
[ad_2]
Source link





