PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Andien soroti kondisi anak dan perempuan bangsa masih memprihatinkan

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
20 Mar, 2024
0 0
0
Andien soroti kondisi anak dan perempuan bangsa masih memprihatinkan
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Andien Aisyah menyoroti kondisi anak-anak dan perempuan Indonesia masih memprihatinkan karena dihadapkan dengan sejumlah masalah yang cukup kompleks.

“Kedua golongan ini menurutku butuh perhatian lebih. Aku selalu miris ketika bicara anak dan perempuan, sebanyak apapun gerakan women empowerment tetap saja di antara kita banyak perempuan yang masih mengalami kejadian tidak seharusnya,” kata Andien ketika ditemui ANTARA usai acara peresmian Andien Aisyah Foundation di Jakarta, Rabu.

Andien mengaku saat melakukan sejumlah aktivitas sosial di lapangan, dirinya sering bertemu dan berdialog dengan masyarakat suatu daerah.

Di sana, permasalahan pertama yang ia temukan adalah banyaknya perempuan yang menjadi kepala keluarga dan harus berjuang mempertahankan mata pencahariannya demi menghidupi keluarga.

Dengan segala keterbatasan, beberapa di antaranya mengaku pada Andien bahwa usaha yang didirikan seperti UMKM tidak bisa bertahan akibat dihantam COVID-19 beberapa waktu lalu.

Baca juga: Andien ajak anak ikut kegiatan sosial tumbuhkan rasa peduli sesama

Baca juga: Andien bagikan tips sederhana untuk perempuan tetap sehat

Menurutnya meski seluruh dunia selalu merayakan Hari Perempuan Sedunia, kondisi perempuan masih tergolong rentan. Ia juga mengaku seringkali merasa marah setiap kali mendengar banyaknya kasus kekerasan pada perempuan di dalam masyarakat.

“Semua orang merayakan Hari Perempuan Sedunia tapi di keluarga dekatku saja masih ada yang mengalami kekerasan. Aku sebal, aku kesal, ini bukan suatu hal yang bisa diselesaikan dengan cepat. Aku pun berusaha mendampingi ke LBH tapi terus menguap begitu saja, karena tidak semudah itu,” kata dia.

Sama halnya dengan situasi anak-anak di masa kini. Andien mengatakan masih banyak anak yang menjadi korban penculikan, ditelantarkan orang tua hingga belum bisa mengakses pendidikan yang setara.

“Jadi sekali lagi, gerakan kebaikan sebanyak apapun saat ini masih sangat kurang kalau dunia masih carut marut,” kata Andien.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Andien akhirnya memutuskan untuk mendirikan sebuah lembaga swadaya masyarakat bernama Andien Aisyah Foundation yang memiliki keinginan untuk mewujudkan dedikasi dan komitmen Andien dalam membantu sesama.

Ia merasa terpanggil sebagai figur publik untuk memberikan perhatian lebih terhadap dua isu tersebut, sehingga melalui lembaga yang ia dirikan diharapkan dapat memberikan bantuan untuk memperbaiki serta meningkatkan derajat hidup masyarakat yang membutuhkan.

“Aku merasa terpanggil. Aku harus kasih konsentrasi lebih ke sini (isu perempuan dan anak), paling tidak ada orang yang bisa tertolong, punya derajat lebih terangkat, karena gerakan yang kita buat bersama,” ucapnya.

Baca juga: Plan: Aktivis pemudi hadapi tantangan suarakan isu anak dan perempuan

Baca juga: Dian Sastro ungkap pentingnya dukungan setara bagi anak perempuan

Baca juga: Komnas Perempuan: Budaya patriarki hambat perempuan berpolitik

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Previous Post

Pemerintah gencarkan pilah sampah kurangi ‘food waste’

Next Post

Inspirasi menu buka puasa yang sehat untuk 30 hari ramadhan – dr.Zaidul Akbar

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini Untuk mencegah Diabetes Tipe 2

Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini Untuk mencegah Diabetes Tipe 2

24 Apr, 2026
11
Penyebab Sakit Maag Bukan Hanya Karena Telat Makan, Kenali Penyebab, dan Tips Terhindar Dari Maag

Penyebab Sakit Maag Bukan Hanya Karena Telat Makan, Kenali Penyebab, dan Tips Terhindar Dari Maag

20 Apr, 2026
25

Puskesmas Mengkubang Sediakan Layanan Upaya Berhenti Merokok (GRATIS)

13 Mar, 2026
18
Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan I Tahun 2026

Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan I Tahun 2026

14 Feb, 2026
7
5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Saat Tahu Kehamilanmu Positif

5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Saat Tahu Kehamilanmu Positif

23 Jan, 2026
32
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?