Kulineran bersama keluarga memang seru, tapi jadi serem kalau kamu sakit perut setelahnya. Moment makan-makan bersama keluarga memang menjadi moment yang dinantikan dalam berbagai acara di Indonesia. Baik dalam acara tradisi maupun sekedar di moment liburan bersama ke tempat baru.
Tak jarang juga moment-moment tersebut memberikan tawaran kuliner yang menarik hingga memuat lidah meronta-ronta karena ingin merasakan rasa dari kuliner tersebut. Tapi apa jadinya jika moment kuliner itu membawa rasa sakit di kemudian hari?
Bayangkan jika kamu mengalami sakit maag selama perjalana! Perjalanan jadi terganggu, tubuh tidak nyaman bahkan tidak ada lagi nafsu untuk berkuliner lagi.
“Loh kan makannya ngga telat, kok bisa sakit maag?” mungkin itu yang kamu pikirkan. Tapi tahukah kamu, penyebab sakit maag bukan hanya makan tidak teratur, ada beberapa penyebab penyakit maag yang mungkin publik jarang mengetahui.
Berikut ini 7 penyebab penyakit maag termasuk yang jarang diketahui:
- Pola Makan tidak teratur
- Makanan yang Mengandung Asam dan Pedas
- Pola Istirahat yang Tidak Teratur
- Stress Berlebihan
- Kafein
- Alkohol
- Efek Samping Obat
Selain penyebabnya, kita juga perlu lebih awas dalam melihat gejala maag. Bisa saja kita terkena maag tapi tidak kita sadari. Untuk mengetahuinya, berikut ini tanda tanda jika seseorang mengalami sakit maag.
Tanda-tanda sakit maag:
- Nyeri Uluhati
- Rasa Penuh Setelah Makan
- Cepat Kenyang
- Kembung
- Mual Muntah
Bagi kamu yang sudah terjangkit, berikut ini 8 hal yang bisa kamu lakukan saat sakit maag agar tidak semakin parah:
- Makan dalam porsi kecil tapi sering
- Hindari makanan pedas, asam, dan berlemak
- Hindari kopi
- Hindari alkohol
- Hindari merokok dan asap rokok
- Hindari tidur setelah makan, tunggu 2-3 jam
- Lebih baik makan 5-6 x sehari dalam jumlah sedikit daripada 3x dalam jumlah berlebihan
- Kurangi makan berbumbu/bersantan
Jangan sampai terjangkit maag, sebisa mungkin hindari penyebab sakit maag di atas ya! Selamat menjalani gaya hidup sehat!





