PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Majelis Kesehatan Dunia Berharap Dapat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Pandemi Berikutnya

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
27 Mei, 2024
0 0
0
Majelis Kesehatan Dunia Berharap Dapat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Pandemi Berikutnya
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memulai pertemuan tahunannya, Senin (27/5) dengan para menteri pemerintah dan utusan penting lainnya berharap dapat memperkuat kesiapsiagaan global menghadapi pandemi berikutnya setelah COVID-19 yang menghancurkan.

Namun proyek yang paling ambisius, yaitu mengadopsi “perjanjian” pandemi, telah ditunda untuk saat ini setelah upaya selama 2,5 tahun untuk menghasilkan rancangan yang dapat menyatukan negara-negara gagal pada Jumat lalu, atau pada batas waktu yang ditetapkan.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan bahwa ketidakberhasilan membuat rancangan itu bukanlah suatu “kegagalan” dan Majelis Kesehatan Dunia pekan ini masih dapat merencanakan langkah ke depannya.

Ketika para diplomat, pejabat kesehatan, dan aktivis masih berupaya untuk menghasilkan rancangan perjanjian, ia memperkirakan pertemuan tersebut akan menjadi salah satu pertemuan paling signifikan dalam 76 tahun sejarah WHO.

Para pejabat WHO dan pihak-pihak lain sangat bersemangat untuk memanfaatkan momentum kekhawatiran yang ditimbulkan oleh pandemi virus corona ini, dengan risiko bahwa semakin hal ini hilang dalam sejarah, semakin berkurang minat masyarakat dan pembuat kebijakan, dalam mempersiapkan diri menghadapi pandemi di masa depan.

Premis dasarnya adalah bahwa patogen yang tidak mengenal batas negara memerlukan respons terpadu dari semua negara. Namun para pengambil keputusan kesulitan untuk menyeimbangkan kepentingan nasional dengan seruan dari pejabat WHO untuk berpikir lebih luas demi kepentingan kemanusiaan dan kesetaraan.

Jadi, para menteri kesehatan kini harus mengambil tindakan dan mencoba mengatasi perbedaan mendasar, termasuk bagaimana dunia dapat berbagi informasi tentang patogen yang muncul dan sumber daya yang langka seperti vaksin dan masker ketika permintaan meroket.

Pertemuan 194 negara anggota badan kesehatan PBB itu dibuka hari Senin dengan pidato dari Tedros dan komentar video dari para peserta terkenal termasuk Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Para utusan akan membahas masalah kesehatan global termasuk dampak perang di negara-negara seperti Timur Tengah, Sudan dan Ukraina.

Alih-alih membuat perjanjian pandemi, cara terbaik saat ini untuk memperkuat arsitektur kesehatan internasional guna memerangi wabah lintas batas adalah melalui amendemen terhadap Peraturan Kesehatan Internasional yang sudah berusia hampir dua dekade, yang “secara prinsip” telah disetujui oleh negara-negara, kata Tedros, minggu lalu.

Peraturan-peraturan tersebut berfokus pada upaya membantu negara-negara mendeteksi dan merespons keadaan darurat kesehatan.

Misalnya, utusan yang hadir di majelis dapat menetapkan konsep “darurat pandemi” untuk mengembangkan dan menyempurnakan kategori Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Kepedulian Internasional (Public Health Emergency of International Concern) yang rumit, yang saat ini merupakan tingkat kewaspadaan tertinggi WHO terhadap epidemi berbahaya.

Istilah seperti ini dapat membantu memberikan informasi kepada masyarakat pada saat kebingungan dan ketidakpastian sedang merajalela, seperti pada saat wabah COVID-19 merajalela. [ab/uh]

[ad_2]

Source link

Previous Post

Studi tunjukkan anak muda apresiasi jamu sebagai gaya hidup alami

Next Post

Tips selama Ramadhan agar sehat jasmani dan rohani – dr.Zaidul Akbar

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini Untuk mencegah Diabetes Tipe 2

Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini Untuk mencegah Diabetes Tipe 2

24 Apr, 2026
15
Penyebab Sakit Maag Bukan Hanya Karena Telat Makan, Kenali Penyebab, dan Tips Terhindar Dari Maag

Penyebab Sakit Maag Bukan Hanya Karena Telat Makan, Kenali Penyebab, dan Tips Terhindar Dari Maag

20 Apr, 2026
26

Puskesmas Mengkubang Sediakan Layanan Upaya Berhenti Merokok (GRATIS)

13 Mar, 2026
21
Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan I Tahun 2026

Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan I Tahun 2026

14 Feb, 2026
10
5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Saat Tahu Kehamilanmu Positif

5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Saat Tahu Kehamilanmu Positif

23 Jan, 2026
36
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?