PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Mengenal penyakit arteri perifer dan faktor risikonya

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
10 Jul, 2024
0 0
0
Mengenal penyakit arteri perifer dan faktor risikonya
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) –

Banyak yang tidak mengetahui bahwa penyakit jantung dan stroke juga dapat memengaruhi fungsi pembuluh darah lainnya yang dapat menyebabkan penyakit arteri perifer.

 

Dokter spesialis bedah vaskular dan endovaskular Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dr. Ihza Fachriza Sp.B Subs.BVE (K) mengatakan perifer dalam bahasa kedokteran berarti ujung atau tepi yang tugasnya mengalirkan oksigen dan nutrisi ke organ lain seperti leher ke otak, ginjal, usus, dan kaki. Saraf ini berada di luar pembuluh darah utama yaitu jantung.

 

“Perifer adalah pembuluh darah yang membawa nutrisi menjadi yang jadi suplai kehidupan dari organ tersebut. Kalau ada gangguan di arteri, suplai darah oksigen dan nutrisi ke organ tersebut akan terganggu, prinsipnya sama dengan jantung atau stroke,” kata Ihza dalam diskusi daring yang diikuti di Jakarta, Rabu.

 

Penyakit arteri perifer yang terdapat gangguan pada pembuluh darah di leher akan menyebabkan arteri karotis yang berujung stroke. Namun sumbatan pembuluh darah seperti di usus dan ginjal sering kali tidak menyebabkan gejala sehingga tidak disadari masyarakat. Yang paling umum adalah arteri perifer yang menyerang kaki karena gejalanya kaki akan menghitam dan pegal-pegal.

Dokter lulusan Universitas Indonesia ini mengatakan arteri perifer yang menyerang kaki biasanya akan menyebabkan pegal-pegal yang terkadang hilang timbul. Hal ini justru yang harus menjadi perhatian karena artinya suplai darah yang mengandung oksigen dan nutrisi tersumbat sehingga kaki terasa nyeri dan tidak bisa berjalan jauh atau olahraga.

 

Ihza mengatakan penyakit arteri perifer bisa disebabkan karena degeneratif atau usia yang semakin tua membuat fungsi tubuh tidak seoptimal saat muda, serta jenis kelamin pria juga lebih banyak menderita arteri perifer karena gaya hidup merokok dan pola makan yang tidak sehat.

 

“Banyak pasien perokok lama, hipertensi, diabetes, apalagi gaya hidup enggak ada olahraganya sama sekali, komposisi makanan kita kebanyakan tinggi kolesterol, dibakar, banyak lemak, pakai santan itu sedikit banyak sangat berpengaruh,” katanya.

 

Penyakit pembuluh darah tepi atau arteri perifer memang tidak mengancam nyawa seperti penyakit jantung atau stroke yang harus ditangani dalam hitungan menit, namun kualitas hidup pasien penderita arteri perifer akan sangat berpengaruh karena fungsi organ yang tidak baik lagi, seperti kaki.

 

Pasien kebanyakan menjadi tidak bisa bekerja maksimal, tidak bisa berjalan dengan baik yang menyebabkan terganggunya masalah finansial keluarganya. Keluarga pasien yang merawatnya juga bisa jadi menjadi beban dan tidak bisa bekerja karena harus menjaga dan mengurus pasien arteri perifer.

 

Ihza mengatakan selain fungsi organ yang tidak sempurna penyakit ini juga bisa menyebabkan depresi karena penyembuhan yang lama dan beban menjalani pengobatan, terlebih jika harus mendapati kenyataan kakinya harus diamputasi karena sudah tidak bisa lagi berjalan.

 

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Previous Post

Pemeriksaan USG pembuluh darah bantu deteksi penyakit arteri perifer

Next Post

Novo Nordisk tanda tangani MoU dengan Bio Farma produksi obat diabetes

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

Rekapitulasi Pengaduan Semester I 2026 UPT Puskesmas Mengkubang

14 Sep, 2026
60

Kader ILP Kecamatan Damar Meraih Juara 1 Lomba Senam Kreasi Promosi Kesehatan

5 Agu, 2026
6

Indeks Kepuasan Masyarakat UPT Puskesmas Mengkubang Semester I Tahun 2026

27 Jul, 2026
11

Puskesmas Mengkubang Merilis Aplikasi Penunjang Administrasi Pegawai

7 Jul, 2026
9
Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini Untuk mencegah Diabetes Tipe 2

Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini Untuk mencegah Diabetes Tipe 2

24 Apr, 2026
69
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?