[ad_1]

Kulit kepala yang gatal, kemerahan dan bersisik sering dianggap sebagai ketombe, namun bisa jadi itu merupakan tanda psoriasis kulit kepala.
Ditulis laman Hindustan Times, Sabtu (21/9), Dokter Kulit dan Ahli Bedah Transplantasi Rambut di Klinik SkinQure di Saket, New Delhi, Dr. BL Jangid mengatakan psoriasis kulit kepala adalah gangguan peradangan autoimun di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel-sel kulit yang sehat, yang menyebabkan perkembangbiakan sel kulit yang cepat.
Baca juga: Rambut kotor berdampak pada kesehatan kulit hingga infeksi
Ia menjelaskan menghilangkan psoriasis kulit kepala lebih rumit daripada menghilangkan ketombe biasa. Hal ini karena psoriasis kulit kepala juga memiliki komponen genetik yang kuat. Berkonsultasi dengan spesialis psoriasis kulit kepala dapat membantu menemukan pilihan pengobatan yang tepat.
Ia menjelaskan perbedaan psoriasis kulit kepala dan ketombe adalah psoriasis kulit kepala muncul sebagai bercak merah dan meradang yang ditutupi sisik tebal berwarna keperakan, sementara ketombe biasanya muncul sebagai serpihan kecil berwarna putih atau kekuningan.
Dr Shivani Yadav (MBBS, MD DVL), Dokter Kulit dan Pendiri Klinik Dermatologi Skin Avenue di Gurugram menjelaskan penyebab psoriasis kulit kepala adalah kondisi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menargetkan sel-sel kulit yang sehat, sehingga mempercepat siklus pertumbuhannya.
Bercak-bercak merah tebal pada kulit yang ditutupi sisik berwarna putih keperakan. Bercak-bercak ini jelas terlihat dan dapat meluas ke luar kulit kepala hingga ke area seperti dahi, leher, atau belakang telinga.
Pemicu umum meliputi stres, infeksi, obat-obatan, trauma kulit, cuaca dingin, dan alkohol.
Menurut kedua dokter itu, penting untuk menemui dokter kulit besertifikat untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan pengobatan psoriasis kulit kepala. Beberapa pengobatan umum yang direkomendasikan adalah perawatan topikal, fototerapi, obat sistemik dan perubahan pola gaya hidup.
Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2024
[ad_2]
Source link

