PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

88 persen pasien kanker paru wafat tahun yang sama kanker ditemukan

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
29 Feb, 2024
0 0
0
88 persen pasien kanker paru wafat tahun yang sama kanker ditemukan
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Sekitar 88 persen pasien kanker paru yang ditemukan akan meninggal pada tahun yang sama, sehingga bebannya kanker paru merupakan penyebab kematian tertinggi pada pasien kanker

Jakarta (ANTARA) – Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Kanker (RSK) Dharmais, Jakarta, dr Mariska Pangaribuan mengatakan 88 persen pasien kanker paru meninggal pada tahun yang sama pada saat kankernya ditemukan.

“Sekitar 88 persen pasien kanker paru yang ditemukan akan meninggal pada tahun yang sama, sehingga bebannya kanker paru merupakan penyebab kematian tertinggi pada pasien kanker,” katanya dalam diskusi mengenai kanker paru yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.

Mariska mengungkapkan hal tersebut diakibatkan oleh keterlambatan kedatangan pasien kanker paru untuk berobat, yang umumnya pasien kanker paru baru berobat setelah berada dalam stadium lanjut.

Kondisi tersebut, lanjutnya, diakibatkan ketiadaan gejala awal yang dirasakan oleh pasien kanker paru.

Baca juga: Pakar: 85 persen kanker paru berhubungan dengan kebiasaan merokok

“Kalau gejalanya sudah muncul biasanya stadiumnya sudah lanjut atau seringkali malah dia (sel kanker) sudah menyebar ke tempat lain yang menyebabkan gejala terlebih dahulu,” ucapnya.

“Masalah kanker paru adalah gejalanya itu biasanya datang terlambat. Selain gejala terlambat, gejalanya juga bisa bersamaan dengan penyakit-penyakit paru lainnya seperti penyakit infeksi,” tambahnya.

Mariska menjelaskan prinsip pengobatan kanker disesuaikan dengan tingkat keparahan kanker yang dibagi ke dalam empat stadium. Pada kanker paru stadium satu, ukuran tumor masih relatif kecil dan masih belum melibatkan kelenjar getah bening sehingga masih memiliki kemungkinan sembuh yang tinggi dengan kemungkinan bertahan dalam dua tahun di atas 85 persen, dan kemungkinan bertahan dalam lima tahun di atas 66 persen.

Pada stadium dua, sambungnya, ukuran tumor sudah membesar dan melibatkan kelenjar getah bening yang berada di sekitarnya, dengan kemungkinan bertahan dalam dua tahun di atas 64 persen dan kemungkinan bertahan dalam lima tahun di atas 47 persen.

Baca juga: Usia penderita kanker paru di Indonesia lebih muda terutama perempuan

“Kalau masih stadium satu, dua, sampai tiga A, kita menyebutnya masih stadium D, dan pengobatan bisa sampai optimal. Namun, yang sangat disayangkan, pengalaman kami di Rumah Sakit Kanker Dharmais, pasien itu datang di stadium lanjut. Hampir semuanya datang di stadium empat atau tiga D,” ujarnya.

Untuk itu Mariska menganjurkan kepada masyarakat untuk tidak merokok, karena merokok merupakan faktor risiko terbesar dari kanker paru, serta melakukan skrining untuk mengetahui adanya kanker sejak dini agar agar penyakit tersebut bisa disembuhkan.

Hal senada dikemukakan Menkes Budi Gunadi Sadikin. “Pesan saya untuk masyarakat, jangan takut untuk skrining dan periksa kanker, karena itu masalah,” katanya. 

Baca juga: Masyarakat tak perlu takut deteksi dini kanker demi kesembuhan

Baca juga: Pasien kanker paru bisa bertahan hidup lebih lama dengan latihan fisik

Pewarta: Sean Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Previous Post

India Luncurkan Pemasangan Keran Air di Jutaan Rumah di Pedesaan

Next Post

Gejala Stunting pada Anak

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
11
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
8
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
16
Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

3 Des, 2025
25
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?