PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Dokter: Deteksi dini penting guna perlambat progres glaukoma

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
15 Mar, 2024
0 0
0
Lakukan kompres hangat bila alami mata kering
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Kenapa sih glukoma itu banyak sekali menyebabkan kebutaan? Karena di fase awalnya dia tidak bergejala, sehingga orang tidak memeriksakan ke dokter

Jakarta (ANTARA) – Dokter dari Rumah Sakit Mata Cicendo Dr Elsa Gustianty mengatakan deteksi dini penting guna mencegah glaukoma agar tidak semakin parah, karena pada tipe tertentu, tidak ada gejala pada awalnya dan glaukoma tidak dapat diobati.

“Kenapa sih glukoma itu banyak sekali menyebabkan kebutaan? Karena di fase awalnya dia tidak bergejala, sehingga orang tidak memeriksakan ke dokter. Mereka tidak aware bahwa mereka itu sakit. Mereka datang pada saat sudah terlambat, sudah lapang pandangnya menyempit-menyempit seperti melihat dari lubang kunci,” katanya dalam “Cegah Kebutaan Akibat Glaukoma” yang disiarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta, Jumat.

Pada glaukoma terbuka, kata Elsa,  awalnya memang tidak ada gejala, namun pada glaukoma tertutup, gejala yang sering dialami adalah sering pusing dan sakit kepala, termasuk saat banyak membaca atau beraktivitas jarak dekat di tempat gelap.

Ia mengatakan tipe glaukoma yang sering ditemukan di Indonesia adalah glaukoma sudut tertutup. Sudut itu adalah sudut bilik mata bagian depan di mana air dalam mata dikeluarkan.

Baca juga: Dokter paparkan faktor-faktor risiko yang perparah glaukoma 

Adapun pada glaukoma akut, katanya, tekanan bola mata pada penderitanya tiba-tiba naik mendadak sehingga mata merasa kesakitan yang hebat. Biasanya, kata dia, satu mata berwarna merah dan pandangan langsung buram.

“Sakitnya itu luar biasa sampai bisa mual muntah. Seringnya orang itu salah datang ke emergency, dipikir ini sakit maag atau tumor otak atau apa, tapi salah satunya bisa karena glukoma serangan akut tadi,” katanya.

Secara global, ujarnya, 80 juta orang mengidap kondisi itu. Di Indonesia, kata Elsa, glaukoma adalah penyebab kebutaan nomor dua. Adapun yang pertama adalah katarak

Menurutnya, risiko glaukoma meningkat seiring bertambahnya usia. Satu dari 200 orang berusia 40 tahun mengalami glaukoma dan peluang terkena glaukoma semakin meningkat ketika bertambah tua, yaitu satu dari delapan ketika berusia 80 tahun.

Baca juga: Dokter spesialis mata bilang kebutaan akibat glaukoma bisa dicegah

Selain itu, katanya, apabila ada anggota keluarga yang punya glaukoma maka risikonya mengidap penyakit itu menjadi 10 kali lipat.

Dia menyarankan bagi yang berumur 40-60 tahun untuk memeriksakan diri sekali dalam dua sampai tiga tahun dan di atas 60 tahun harus periksa setiap tahun.

Glaukoma, kata Elsa, adalah suatu penyakit yang sifatnya kronis dan progresif yang merupakan bagian dari penyakit degeneratif pada syaraf mata. 

Baca juga: Penggunaan obat tetes bisa sebabkan katarak dan glaukoma

Dia menuturkan glaukoma dapat menyerang siapa saja, namun tidak dapat diobati karena kondisi tersebut adalah efek dari proses degeneratif, layaknya rambut yang memutih. Dia menjelaskan seiring bertambahnya usia, maka akan ada syaraf-syaraf yang mati.

Pada glaukoma, kata dia, tekanan di mata disebabkan oleh air yang tidak dapat disirkulasikan mata ke pembuluh darah. Karena produksi air berlebih, katanya, kemudian ditambah dengan hambatan di penyaluran itu, maka salurannya terhambat. Hambatan tersebut, katanya, meningkatkan cairan pada mata, hingga akhirnya menekan syaraf-syaraf serta pembuluh darah di belakang mata, hingga akhirnya syaraf-syaraf itu mati perlahan.

Dia menyebut syaraf memiliki keunikan sendiri sehingga ketika ada satu syaraf yang mati, maka di sekitarnya juga ikut mati. Oleh karena itu, katanya, glukoma bersifat progresif.

Baca juga: Curiga kena glaukoma? Coba tutup mata bergantian

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Previous Post

Wajib Coba! Menu Buah dan Sarapan Sehat Untuk Lansia | Tips Sehat

Next Post

Kiat meningkatkan kualitas tidur pada wanita

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini Untuk mencegah Diabetes Tipe 2

Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini Untuk mencegah Diabetes Tipe 2

24 Apr, 2026
13
Penyebab Sakit Maag Bukan Hanya Karena Telat Makan, Kenali Penyebab, dan Tips Terhindar Dari Maag

Penyebab Sakit Maag Bukan Hanya Karena Telat Makan, Kenali Penyebab, dan Tips Terhindar Dari Maag

20 Apr, 2026
26

Puskesmas Mengkubang Sediakan Layanan Upaya Berhenti Merokok (GRATIS)

13 Mar, 2026
21
Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan I Tahun 2026

Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan I Tahun 2026

14 Feb, 2026
10
5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Saat Tahu Kehamilanmu Positif

5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Saat Tahu Kehamilanmu Positif

23 Jan, 2026
36
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?