Sakit gigi memang sangat menyebalkan, apalagi jika sampai berhari – hari. Katanya sih sakit hati lebih sakit dari sakit gigi, tapi kalau pas sakit gigi kamu sakit hati gimana? Ya jangan sampai sih.
Selain sakit gigi, perawatan gigi dan mulut yang kurang baik juga bisa menyebabkan kendala bagi kamu yang mau nge date bareng pasangan atau nongkrong bersama teman-temanmu, misalnya bau mulut.
Lalu bagaimana cara menjaga kesehatan mulut kita agar terhindar dari penyakit gigi dan mulut? Berikut ini 8 Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut:
Sikat Gigi Secara Teratur

Membersihkan gigi secara teratur dengan cara menyikat gigi 2 kali sehari, pagi sebelum makan dan malam sebelum tidur dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride, dapat membantu membersihkan plak dan sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi serta menjaga gigi agar tidak berlubang dan mencegah masalah gigi dan mulut lainnya.1
Memilih bulu sikat gigi yang lembut
Pemilihan sikat gigi yang tepat untuk menyikat gigi merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut. sikat gigi dengan bentuk bulu bertingkat atau bulu bersudut memiliki kinerja yang lebih baik dalam menghilangkan plak daripada sikat gigi dengan bulu sikat yang datar, serta penggunaan sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut untuk meminimalkan risiko masalah Kesehatan gigi dan mulut.2
Pemilihan pasta gigi yang tepat
Menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluor dapat membantu menghilangkan plak, menghambat proses gigi berlubang, membantu remineralisasi permukaan gigi yang terpapar produk asam bakteri penyebab gigi berlubang, membersihkan dan menghaluskan permukaan gigi, serta menghilangkan stain gigi dan menyegarkan nafas. Namun pemakaian pasta gigi yang tidak rasional dapat menjadi faktor risiko dalam terjadinya fluorosis gigi. Penggunaan pasta gigi untuk anak usia 0-3 tahun seukuran dengan sebutir beras, 3-6 tahun seukuran biji kacang polong.3
Kebiasaan kumur setelah makan
kebiasaan yang baik setelah makan makanan yang manis adalah berkumur dan menggosok gigi dengan benar. menyikat gigi langsung setelah makan dapat menyebabkan permukaan gigi yang pori-porinya sedang melebar akibat kondisi mulut yang sedang asam, menjadi lebih mudah terkikis oleh efek mekanik dari penyikatan gigi. Setelah makan, sebaiknya berkumur-kumur terlebih dahulu. Tunggu setengah hingga satu jam, hingga kondisi mulut netral oleh efek buffer dari air liur (saliva), kemudian dilakukan penyikatan gigi.4
Batasi konsumsi makanan dan minuman manis
Makanan dan minuman kariogenik salah satu penyebab utama karies gigi. Makanan mengandung gula sederhana (sukrosa, glukosa, fruktosa) yang dikenal sebagai makanan kariogenik, gula ini menjadi makanan utama bagi bakteri di dalam mulut. Makanan kariogenik seperti coklat, permen, biskuit, roti, kue, dan lain-lain, bersifat lengket dan melekat pada permukaan gigi sehingga lebih lama menempel di permukaan gigi, memberi waktu lebih panjang bagi bakteri untuk memproduksi asam dan merusak gigi. Semakin sering makanan manis dikonsumsi (misalnya lebih dari 3 kali sehari), semakin sering pH mulut turun, dan proses demineralisasi terjadi berulang-ulang, membuat gigi lebih mudah berlubang.5
Hindari Kebiasaan Buruk di Sekitar Mulut
Kebiasaan buruk di sekitar mulut dapat memengaruhi jaringan keras (gigi dan tulang alveolar), jaringan penyangga gigi (gusi, ligamen periodontal), dan berbagai jaringan mukosa di dalam mulut. Oral Bad Habit mengacu pada sumber eksternal, seperti menggigit kuku, menggigit benda (misalnya, pensil dan pulpen), mengisap jari, mengisap pipi, dan bernapas melalui mulut. Tindakan menghirup dan mengembuskan napas melalui mulut merupakan perilaku umum yang sering menyebabkan ketidakteraturan struktur wajah dan ketidaksejajaran gigi. Kebiasaan buruk yang terus-menerus hingga di atas usia enam tahun dapat menyebabkan kelainan struktur dentofasial, termasuk maloklusi, deformitas wajah, dan ketidakteraturan langit-langit.6
Peran Orang tua dalam menjaga Kesehatan gigi dan mulut

Pemahaman dan perhatian orang tua berperan penting dalam menjaga Kesehatan gigi dan mulut pada anak, orang tua dapat menunjukkan kepedulian mereka dengan cara memperhatikan anaknya dalam membersihkan gigi setiap hari, menghindari kebiasaan buruk seperti mendorong gigi menggunakan lidah, mengontrol makan – makan dan minuman manis yang dikonsumsi anaknya. Orang tua juga harus tau kapan waktu gigi susu akan digantikan oleh gigi dewasa (6 -7 tahun gigi graham dewasa pertama tumbuh) agar dapat lebih waspada untuk ikut serta menjaga Kesehatan gigi dan mulut anaknya.7
Kontrol rutin ke dokter gigi
Kunjungan ke dokter gigi secara rutin masih sangat perlu dilakukan dan diketahui di semua kalangan Masyarakat, khususnya dalam Upaya memberikan kesadaran kepada Masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan secara mandiri dalam kebersihan gigi dan mulut. Kontrol rutin ke dokter gigi tidak membedakan subyek datang dalam kondisi sakit maupun sehat. Kontrol rutin 6 bulan sekali ke dokter gigi tidak dibedakan untuk pemeriksaan maupun Tindakan, dengan memanfaatkan fasilitas Kesehatan seperti rumah sakit, klinik dokter gigim dan puskesmas, sehingga memastikan aksesibilitas yang luas bagi masyarakat untuk perawatan gigi yang berkualitas.8
Jaga kesehatan mulutmu dari sekarang ya!!!
Referensi :
- Anggraeni ANDF, Prasetyowati S, Mahirawatie IC. Tingkat Pengetahuan Menyikat Gigi Anak Sekolah Dasar Kelas 1-3 Di SDN 2 Sumberejo Kabupaten Trenggalek. Indones J Heal Med [Internet]. 2022;2(4):523–33. Available from: https://ijohm.rcipublisher.org/index.php/ijohm/article/view/173
- Febrida R. Pengetahuan Penggunaan Sikat Gigi Dan Pasta Gigi Dalam Rangka Menjaga Kesehatan Gigi Mulut Pada Masyarakat Desa Bojong. Dharma Saintika J Pengabdi Kpd Masy. 2023;1(2):1–9.
- Dwimega A. Penggunaan pasta gigi bagi anak. J Kedokt Gigi Terpadu. 2023;5(1):124–5.
- Dewi R, Sugito, Bambang H. Gambaran Pengetahuan Tentang Makanan Kariogenik Pada Siswa Sdn Palang-Tuban Tahun 2020. Indones J Heal Med. 2021;1(1):2774–5244.
- Mukaromah AH. Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia atau. Media Husada J Nurs Sci. 2022;6(2):11–26.
- Irawan A. CROWN Journal of Dentistry and Health Research. Fac Dent Univ Mahasaraswati. 2023;1(2):37–43.
- Soerachman B, Fithriyah R El, Afifah HN. The Influence Of Parental Knowledge On Oral Habits In Children Aged 7-12 Years In Public Elementary Schools In Cimahi City. Sean Inst [Internet]. 2025;16(1):1–10. Available from: https://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/healt
- Ilmianti, Selviani Y, Rahmah Hasanuddin N, Lauddin T, Andini Ariani T. Relationship Between Dental Visit Frequency and Oral Hygiene Status in Elementary Students at Mamajang Public Health Center, Makassar. Yars Dent J. 2025;2(2):35–44.





