PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

CT Scan dan MRI berperan penting dalam diagnosis aneurisma otak

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
5 Sep, 2024
0 0
0
CT Scan dan MRI berperan penting dalam diagnosis aneurisma otak
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Radiologi, khususnya Computerized Tomography Scan (CT scan) dan Magnetic Resonance Imagin (MRI), memiliki peran vital dalam mendeteksi dan menilai kasus aneurisma otak.

Melalui teknologi tersebut, dokter dapat dengan akurat mengevaluasi kondisi pembuluh darah di kepala dan menentukan jenis aneurisma yang dialami pasien, apakah berbentuk vaskular atau fusiform.

“Dengan alat-alat yang kita miliki tersebut, kita bisa mengakses langsung menilai kondisi pembesaran di kepala dan dari situ kita bisa menilai jenis aneurismanya, apakah yang ‘vascular’ atau ‘fusiform’. Lalu, kita menginginkan diagnosis lain, kita bisa melakukan pengukuran dari ukuran aneurismanya. Dari situ kita bisa menentukan terapi yang akan dilakukan dan perencanaan tindakan yang akan dilakukan,” kata Dokter Spesialis Radiologi di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Mahar Mardjono, Jakarta, dr. Khairun Niswati, Sp.Rad. dalam gelar wicara daring, Kamis.

Baca juga: Kenali aneurisma otak, bahaya dan risikonya

Dengan pencitraan CT scan atau MRI, dokter dapat mengukur ukuran aneurisma dan memastikan diagnosis, sekaligus merencanakan langkah terapi yang sesuai.

CT scan dan MRI bekerja dengan teknik yang berbeda, yakni CT scan biasanya digunakan media kontras yang disuntikkan untuk memberikan gambaran pembuluh darah. Sementara, MRI dapat dilakukan dengan atau tanpa penggunaan kontras, tanpa melibatkan radiasi, namun tetap efektif dalam mendeteksi aneurisma.

Pemilihan antara CT scan atau MRI bergantung pada kondisi pasien. Bagi pasien yang sudah mengalami pecahnya aneurisma, CT angiografi sering kali menjadi pilihan utama karena mampu memberikan detail yang tinggi dan hasil yang cepat, terutama dalam situasi darurat di IGD.

Baca juga: Dokter: Waspada, aneurisma otak yang tak pecah seperti bom waktu

Sedangkan, untuk pasien dengan dugaan aneurisma yang belum pecah, MRI biasanya digunakan sebagai metode skrining awal.

Jika ada riwayat keluarga dengan kelainan genetik yang kuat terkait aneurisma, seperti perdarahan otak yang terjadi pada beberapa anggota keluarga, maka diagnosis lebih mendalam melalui CT angiografi mungkin diperlukan.

Baca juga: Hindari rusak otak permanen dengan ingat “golden hour”

“Namun untuk pasien yang belum ada pecahnya benjolan aneurisma tersebut, maka bisa dilakukan MRI atau dengan MRI saja sebagai proses screening. Cuma tadi seperti ada kasus misalnya yang kelainan genetiknya sudah kuat, di keluarga bahwa ada riwayat perdarahan yang sama di beberapa keluarganya, maka gene-nya harus kita naikkan dengan diagnosis yang lebih sedikit menggunakan CT angiografi,” ungkap dokter yang akrab disapa Nisa tersebut.

Dengan berbagai modalitas tersebut, dokter dapat menentukan diagnosis aneurisma otak dengan lebih presisi dan mengambil langkah penanganan yang tepat.

Baca juga: Skrining otak dinilai penting untuk mencegah aneurisma

Baca juga: RS Paru Jember sukses operasi perdana bedah saraf aneurisma otak

Pewarta: Putri Hanifa
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Previous Post

Imunisasi penting pada anak PJB untuk cegah pneumonia 

Next Post

Cegah faktor risiko perkembangan jantung janin di trimester pertama

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
11
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
6
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
14
Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

3 Des, 2025
24
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?