PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Fenomena childfree, pengertian dan alasan yang mendasari

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
18 Nov, 2024
0 0
0
Fenomena childfree, pengertian dan alasan yang mendasari
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Fenomena childfree kian berkembang di Indonesia. Kini terdapat sekitar 8 persen atau hampir setara dengan 71 ribu perempuan berusia 15-49 tahun di Indonesia memilih untuk childfree.

Hal itu berdasarkan data SUSENAS 2022 dalam laporan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) edisi 2023 berjudul “Menelusuri Jejak Childfree di Indonesia” melalui DATAin.

Lantas, apa itu childfree? Childfree merupakan sikap atau keputusan individu dewasa atau pasangan yang memilih untuk tidak memiliki anak, baik secara biologis maupun melalui proses adopsi. Kini istilah childfree lebih erat dengan pilihan hidup, bahkan kerap dipilih secara sadar dan sukarela.

Istilah childfree sendiri bukanlah hal baru, telah banyak dipraktikan di negara-negara Barat. Sementara di Indonesia sendiri, meski tidak diketahui titik awal yang jelas, fenomena childfree mulai trend pada 2020.

Namun, perkembangan childfree di Indonesia mulai terlihat dari penyebaran informasi melalui media sosial. Beberapa publik figur juga memutuskan untuk childfree.

Istilah childfree juga kerap dikaitkan dengan isu feminisme, di mana seorang perempuan memiliki kedaulatan untuk mengambil keputusan, termasuk memilih kebebasan untuk mengendalikan tubuhnya sendiri, seperti tidak menjalankan fungsi reproduksi secara sepenuhnya.

Pada dasarnya fungsi reproduksi berupa menstruasi (haid), mengandung (hamil), melahirkan, dan menyusui hanya dimiliki oleh perempuan.

Dalam laporan BPS tersebut, childfree terkait dengan feminisme, memberi perempuan lebih banyak peluang untuk mengeksplorasi peran sosial di luar keluarga seperti karir dan pendidikan.

Baca juga: Menimbang baik buruk “childfree”

Alasan yang mendasari childfree

Pilihan untuk childfree ini bukan berarti perempuan atau pasangan tersebut tidak menyukai anak, melainkan mereka memiliki alasan-alasan tertentu yang mendasari keputusannya, diantaranya:

1. Kondisi finansial

Kondisi keuangan atau finansial di dalam sebuah keluarga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang atau pasangan memutuskan memilih childfree. Membesarkan serta merawat anak, bukanlah hal yang mudah tentu membutuhkan persiapan finansial yang matang. Hal ini lantaran biaya hidup kini semakin mahal.

Masyarakat yang mendukung childfree beranggapan bahwa memiliki anak dapat mempengaruhi ketidakstabilan ekonomi dan ketakutan akan beban finansial dalam keluarga.

Memiliki anak sebagai beban yang tidak dapat mereka tanggung. Sehingga masyarakat yang takut tidak mampu atau finansial yang dirasa belum mumpuni untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik, dalam membiayai atau mengurus anak cenderung memilih untuk childfree.

2. Mental kesiapan menjadi orang tua

Kondisi mental yang tidak stabil dan cenderung memiliki kekhawatiran saat memiliki anak menjadi pertimbangan lainnya. Pasangan atau individu cenderung memiliki kekhawatiran, bahwa tidak mampu menjadi orang tua yang membesarkan anak dengan baik.

Terutama pada perempuan yang belum siap menjadi seorang ibu, dengan kondisi mental yang tidak stabil dikhawatirkan akan mempengaruhi pola asuh anak, bahkan kehidupannya di masa depan. Mereka kerap merasa tidak pantas untuk menjadi seorang ibu karena belum dapat sebaik orang tuanya dalam mendidik.

Baca juga: BKKBN: UU KIA lindungi Indonesia dari fenomena “childfree”

3. Trauma masa kecil

Trauma masa kecil menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan perempuan untuk memilih childfree. Salah satunya seperti dampak dari pola asuh keluarga di masa lalu.

Kesalahan pola asuh akan memberi dampak negatif pada anak, terutama pada psikologisnya. Dia tumbuh dan melihat apa yang terjadi di dalam keluarganya, sehingga apa yang dilihatnya semasa kecil pun akan memengaruhi pilihannya ketika dewasa.

Salah satunya seperti pola asuh orang tua terbilang agresif, baik secara verbal maupun fisik seperti dipukul dan dipermalukan. Sehingga hal ini membuatnya memilih untuk childfree karena takut membawa pola asuh seperti itu.

4. Memiliki masalah kondisi fisik tertentu

Memiliki masalah kondisi fisik tertentu seperti ada penyakit bawaan atau kronis, yang membuat dirinya tidak bisa atau tidak mampu memiliki seorang anak. Kondisi tersebutlah yang menjadi alasan terbesar seorang individu maupun pasangan memilih untuk childfree.

5. Alasan personal

Alasan personal dari seseorang atau pasangan juga kerap memilih untuk childfree, sebab mereka merasa nyaman dengan kondisi tersebut. Salah satunya seperti individu atau pasangan memilih childfree ingin fokus pada pengembangan diri, karier, dan mencapai tujuan hidup tanpa terikat oleh tanggung jawab mengasuh anak.

Selain itu, berkembangnya jumlah yang memilih childfree dipicu oleh penemuan alat kontrasepsi yang aman, meningkatnya kesempatan pendidikan. Keputusan untuk hidup tanpa anak merupakan pilihan hidup yang sangat pribadi.

Baca juga: Pengaruh childfree terhadap kesehatan, berisiko terkena kanker

Baca juga: BKKBN: Pertimbangkan tanggung jawab sosial sebelum pilih “childfree”

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Previous Post

Konsumsi Wortel Terkontaminasi E.coli, Sedikitnya 1 Meninggal, 39 Jatuh Sakit

Next Post

Intervensi yoga dapat memperbaiki gejala PTSD

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini Untuk mencegah Diabetes Tipe 2

Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini Untuk mencegah Diabetes Tipe 2

24 Apr, 2026
18
Penyebab Sakit Maag Bukan Hanya Karena Telat Makan, Kenali Penyebab, dan Tips Terhindar Dari Maag

Penyebab Sakit Maag Bukan Hanya Karena Telat Makan, Kenali Penyebab, dan Tips Terhindar Dari Maag

20 Apr, 2026
27

Puskesmas Mengkubang Sediakan Layanan Upaya Berhenti Merokok (GRATIS)

13 Mar, 2026
21
Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan I Tahun 2026

Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan I Tahun 2026

14 Feb, 2026
10
5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Saat Tahu Kehamilanmu Positif

5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Saat Tahu Kehamilanmu Positif

23 Jan, 2026
37
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?