PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Hubungan persaudaraan dapat bantu cegah penurunan kognitif di usia tua

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
24 Des, 2024
0 0
0
Hubungan persaudaraan dapat bantu cegah penurunan kognitif di usia tua
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Hubungan dengan saudara kandung sering digambarkan sebagai hubungan “frenemies” terbaik.

Satu saat, mereka berebut remote TV, tapi di saat lain, mereka rela saling melindungi di hadapan orang tua.

Namun, sebuah studi yang diterbitkan dalam “The Journals of Gerontology: Series B” mengungkap manfaat kognitif dari hubungan yang erat dengan saudara kandung.

Dikutip dari The Hindustan Times pada Selasa, studi ini menemukan bahwa hubungan positif sejak masa kanak-kanak hingga dewasa dapat membantu menjaga kemampuan kognitif di usia tua.

Baca juga: Ini dampak bila seseorang tidur kurang dari enam jam setiap hari

Baca juga: Berpendidikan lebih tinggi bisa perlambat efek demensia? Ini kata studi

Tak heran, saudara kandung bisa membuat kita tetap “waspada” hingga usia senja.

Peneliti membagi interaksi antara saudara kandung di masa kecil menjadi dua jenis: positif dan negatif.

Interaksi positif mencakup dukungan, pelukan, saling membantu, dan perilaku sehat lainnya yang mendukung kesehatan kognitif di usia tua.

Mereka yang memiliki interaksi positif di masa kecil cenderung tetap menjalin hubungan dekat saat dewasa.

Sebaliknya, interaksi negatif, seperti pertengkaran atau konflik, ternyata tidak banyak memengaruhi dinamika hubungan di masa dewasa.

Yang lebih merusak hubungan saudara kandung adalah lingkungan keluarga yang disfungsional, seperti kekerasan, pengabaian, atau konflik dalam keluarga.

Dalam studi tersebut, hubungan saudara kandung di masa dewasa dinilai berdasarkan dua parameter utama, yaitu kedekatan emosional dan frekuensi kontak.

Hubungan yang positif di masa kecil meningkatkan peluang hubungan dekat di masa dewasa.

Namun, hubungan negatif saat kecil tidak selalu berarti hubungan akan berakhir buruk di masa dewasa.

Baca juga: Penderita diabetes tipe dua berisiko alami pikun

Justru, lingkungan keluarga yang penuh kekerasan dan pengabaian memiliki dampak lebih besar, sering kali membuat saudara kandung terasing satu sama lain.

Studi ini juga menunjukkan bahwa hubungan sosial yang positif, termasuk hubungan dengan saudara kandung dapat mengurangi stres, meningkatkan proses mental, dan mendukung kesehatan mental secara keseluruhan.

Interaksi rutin antara saudara kandung di masa dewasa, seperti melalui kunjungan atau telepon, menjadi faktor penting dalam mendukung kesehatan kognitif.

Kontak ini memberikan stimulasi mental dan dukungan emosional yang sangat dibutuhkan, membantu melindungi dari penurunan kognitif terkait usia.

Pengalaman masa kecil yang penuh tekanan menjadi penghalang utama hubungan saudara kandung di masa dewasa.

Kehilangan salah satu hubungan terdekat dan seumur hidup ini dapat berdampak buruk pada kesehatan kognitif, terutama jika pengalaman tersebut menyebabkan renggangnya hubungan atau bahkan keterasingan.

Saudara kandung, meskipun terkadang menyebalkan, ternyata bisa menjadi “penjaga” kesehatan mental kita hingga usia lanjut.

Baca juga: Isolasi sosial atau kesepian berkepanjangan percepat penurunan kognisi

Baca juga: Merokok jadi pemicu risiko penurunan fungsi kognitif pada orang lansia

Baca juga: Studi di China ungkap osteoporosis dapat perparah penurunan kognitif

Penerjemah: Putri Hanifa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Previous Post

Ma Syaa Allah! Inilah 38 Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan

Next Post

Lebih dari 556.000 Anak di Gaza Diberi Vaksin Polio Dosis Kedua

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
11
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
7
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
16
Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

3 Des, 2025
25
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?