PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Jumlah ibu terkena depresi pascapersalinan kian meningkat di AS

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
22 Nov, 2024
0 0
0
Kiat agar suplemen zat gizi terserap baik selama kehamilan
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Depresi pascapersalinan (postpartum depression) merupakan gangguan kesehatan mental yang serius pada ibu dan anak.

Dalam sebuah studi terbaru, disebutkan bila angka prevalensinya meningkat dua kali lipat dalam satu dekade di Amerika Serikat (AS).

Sebagaimana dilaporkan oleh Medical Daily pada Kamis (21/11), sebuah studi meneliti tren diagnosis depresi pascapersalinan berdasarkan ras, etnis, dan indeks massa tubuh sebelum kehamilan dalam kelompok yang terdiri dari 442.308 kelahiran di Amerika.

Diketahui hasil prevalensinya meningkat signifikan dari 9,4 persen pada tahun 2010 menjadi 19 persen pada tahun 2021, dengan tingkat yang lebih tinggi terutama diamati di antara individu dengan indeks massa tubuh (BMI) sebelum kehamilan yang tinggi.

Baca juga: Kenali “postpartum depression” untuk pencegahan sejak dini

Kondisi mental para ibu yang sedang terganggu tersebut berdampak pada berkurangnya ikatan batin dengan anak, tingkat menyusui yang lebih rendah, dan anak berpotensi mengalami keterlambatan perkembangan.

Dalam kasus yang parah, depresi pascapersalinan yang tidak diobati dapat mengakibatkan bunuh diri atau pembunuhan bayi.

Melalui laporan studi yang dipublikasikan di Jama Network Open, para peneliti mengatakan bila diagnosis depresi pascapersalinan meningkat secara signifikan di semua kelompok ras dan etnis serta kategori BMI selama dekade terakhir.

Meskipun peningkatan skrining dan kesadaran dapat menjadi alasan untuk lebih banyak diagnosis, para peneliti percaya bahwa hal itu juga dapat disebabkan oleh peningkatan prevalensi obesitas.

Baca juga: Paparan polusi udara selama kehamilan tingkatkan risiko depresi

Studi tersebut mencatat bahwa pada tahun 2021, prevalensi depresi pascapersalinan adalah 17 persen di antara ibu dengan berat badan normal, 19,8 persen di antara ibu dengan berat badan berlebih, 21,2 persen di antara mereka yang mengalami obesitas ringan, dan 24,2 persen di antara mereka yang mengalami obesitas berat.

“Studi kami menekankan perlunya penelitian lanjutan dan pemantauan ketat terhadap tren peningkatan depresi pascapersalinan. Dengan mengidentifikasi tren depresi pascapersalinan dan faktor demografi dan klinis terkait, temuan kami memberikan wawasan berharga untuk memandu inisiatif kesehatan masyarakat di masa mendatang yang bertujuan untuk meningkatkan hasil kesehatan mental perinatal dan meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak,” kata para peneliti.

Saat menyelidiki tren berdasarkan usia, ras, dan BMI, para peneliti mengamati pola-pola menarik tertentu. Perempuan dengan usia ibu lanjut, ras kulit putih non-Hispanik atau kulit hitam non-Hispanik, mereka yang memiliki riwayat penggunaan zat terlarang selama kehamilan, dan individu dengan BMI pra-kehamilan yang lebih tinggi ditemukan memiliki prevalensi depresi yang jauh lebih tinggi.

Temuan tersebut sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyoroti pentingnya intervensi yang disesuaikan untuk mengatasi kebutuhan kesehatan mental kelompok berisiko tinggi.

Baca juga: Upaya cegah depresi pasca melahirkan bisa dimulai dari awal kehamilan

Namun menurut analisis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) sebelumnya, gejala depresi pascapersalinan turun dari 15 persen pada tahun 2004 menjadi 10 persen pada tahun 2012.

Meski laporan tersebut tidak menyertakan data California dan mengandalkan laporan mandiri, bukan diagnosis klinis.

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Previous Post

Ikan miliki zat gizi DHA yang tidak terdapat dalam sumber protein lain

Next Post

Diet Efektif dengan Mengonsumsi Selain Nasi | Tips Sehat

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
11
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
8
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
16
Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

3 Des, 2025
25
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?