PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Kelola pikiran agar tidak mengalami kelebihan sensorik 

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
19 Des, 2024
0 0
0
Skrining otak dinilai penting untuk mencegah aneurisma
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Setiap hari, tubuh menerima banyak informasi sensorik, yang ditangkap oleh kelima indera , yaitu indera pendengaran, penglihatan, peraba, penciuman, atau perasa.

Namun, terkadang ketika semuanya terlalu banyak dan tubuh akan merasa terlalu terstimulasi, sehingga jadi menutup diri dan tidak melakukan apa pun.

Ditulis laman Well and Good, Rabu (18/12), seorang terapis perkawinan dan keluarga yang berbasis di California April Snow mengatakan kelebihan sensorik adalah apa yang semua orang alami ketika memiliki terlalu banyak informasi sensorik yang masuk.

“Ketika masukan sensorik yang masuk melebihi apa yang dapat diproses oleh sistem saraf Anda, sistem saraf salah menafsirkannya sebagai ancaman, dan ini dapat mendorongnya ke dalam hiperarousal (melawan atau lari) atau hipoarousal (membeku),” katanya.

Baca juga: Sakit kepala berkelanjutan bisa dipicu gangguan di sistem saraf

Baca juga: Profesor ITS kembangkan sistem stereotaktik dukung bedah saraf otak

Sementara Caitlin Slavens MC, R Psych, seorang psikolog terdaftar yang berbasis di Kanada mengatakan jika sudah mengalami kecemasan, depresi, kesedihan, atau mengalami banyak stres, ini menjadi tanda seseorang mengalami kelebihan sensorik karena sistem saraf sudah terbebani.

Snow menambahkan orang-orang yang secara alami rentan mengalami kelebihan sensorik karena kelelahan sistem saraf adalah yang memiliki gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas (ADHD), atau memiliki gangguan pemrosesan sensorik, di mana otak mereka menerima informasi sensorik secara berbeda.

Ada beberapa strategi yang telah disetujui para ahli untuk dicoba saat merasa terlalu terstimulasi. Yakinkan diri sendiri untuk menenangkan diri. Slavens mengatakan dengan mengingatkan sistem saraf bahwa situasi aman, sistem saraf tersebut melepaskan diri dari pedal “ancaman”, menjauh dari respons melawan, lari, atau membeku yang dialaminya.

Sementara Snow mengatakan jika terperangkap dalam suasana yang terlalu banyak stimulasi putar kepala lihat ke kiri, lalu ke kanan untuk menikmati lebih banyak ruang. Ini membantu pikiran menggambarkan gambaran yang lebih besar tentang keamanan sehingga otak dan sistem saraf dapat mulai merasakan ketenangan.

Ahli juga menyarankan untuk mengerjakan pekerjaan dengan perlahan untuk memberikan ruang bagi sistem saraf untuk memproses informasi sensorik yang telah diterimanya, sehingga siap menerima informasi apa pun yang akan datang pada tugas berikutnya.

Saran lainnya adalah menghindari tempat yang terlalu banyak stimulasi, berlatih pernapasan untuk mengurangi stres, bergerak misalnya dengan berjalan.

Jika gejala kelebihan sensorik mengganggu fungsi sehari-hari, menghalangi melakukan hal-hal yang ingin dilakukan, atau terjadi secara teratur, para ahli menganjurkan untuk menghubungi penyedia layanan kesehatan.

Baca juga: Dokter: HIV dapat berdampak pada sistem saraf penderita

Baca juga: Stimulasi pada empat area bermanfaat untuk kesehatan otak

Baca juga: Dokter: Stimulasi berlebih mengakibatkan kemunduran otak anak

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Previous Post

Mengenal RenaCare, alat cuci darah lokal pertama dan kedua se-ASEAN

Next Post

Mengapa tidur menggunakan lensa kontak dapat bahayakan mata

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
9
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
4
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
13
Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

3 Des, 2025
21
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?