PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Kematian Akibat Kolera Melonjak 71%

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
6 Sep, 2024
0 0
0
Kematian Akibat Kolera Melonjak 71%
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (4/9) melaporkan jumlah kematian akibat kolera yang dilaporkan tahun lalu di seluruh dunia melonjak 71% dari tahun sebelumnya menjadi lebih dari 4.000 orang.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyesalkan jumlah kematian akibat penyakit yang ia gambarkan sebagai “penyakit yang dapat dicegah dan mudah diobati.”

“Konflik, perubahan iklim, air dan sanitasi yang tidak aman, kemiskinan dan pengungsian, semuanya berkontribusi pada meningkatnya wabah kolera,” tambahnya.

Orang dapat tertular kolera melalui makanan atau air yang terkontaminasi bakteri kolera. Bakteri kolera dapat menyebar dari seseorang ke dalam pasokan air minum, atau air yang digunakan untuk menyiapkan atau menanam makanan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), gejala kolera meliputi diare yang sangat banyak, muntah, rasa haus yang meningkat, kram kaki, dan kegelisahan atau mudah tersinggung.

Jumlah kasus kolera juga melonjak dari tahun 2022 ke 2023 sebesar 13%, di mana 38% kasus yang dilaporkan terjadi pada anak-anak di bawah usia lima tahun.

Laporan WHO juga menunjukkan bahwa Afrika pada tahun lalu mengalami peningkatan kasus kolera sebesar 125%, sementara kasus kolera di Timur Tengah dan Asia turun sebesar 32%.

WHO mengumpulkan statistik tentang penyakit kolera pada tahun 2023 dari 45 negara. Sebanyak 44 negara menyerahkan informasi pada tahun 2022, sementara 35 negara lainnya menyerahkan informasi tentang hal tersebut pada tahun 2021.

Dalam laporan tahun ini, WHO mengatakan untuk pertama kalinya beberapa negara melaporkan kematian akibat kolera yang tidak terjadi di fasilitas kesehatan. WHO mengatakan bahwa kematian yang terjadi di masyarakat merupakan indikasi “kesenjangan yang serius dalam akses terhadap pengobatan dan perlunya memperkuat area respons ini.”

Pada tahun 2023, negara-negara yang melaporkan wabah kolera besar, baik yang dicurigai maupun yang telah dikonfirmasi, termasuk Afghanistan, Kongo, Malawi dan Somalia. Ethiopia, Haiti, Mozambique dan Zimbabwe juga melaporkan adanya perebakan di 2023.

Data awal untuk tahun 2024 menunjukkan wabah kolera masih terus berlanjut dengan wabah aktif yang tercatat di 22 negara, menurut WHO.

Terdapat vaksin kolera, tetapi dibuat oleh satu produsen yang belum mampu memenuhi permintaan. Tedros telah meminta perusahaan lain untuk mulai membuat vaksin tersebut.

Pengobatan yang paling penting untuk kolera, menurut CDC, adalah terapi rehidrasi yang bertujuan untuk mengganti cairan yang hilang melalui diare dan muntah, tetapi WHO mengatakan persediaannya rendah.

WHO mengatakan badan itu telah meminta dana sebesar US$50 juta untuk menangani kolera, namun belum menerima dana tersebut. Ini adalah kebutuhan, kata WHO, yang “masih belum terpenuhi.” [em/rs]

[ad_2]

Source link

Previous Post

WASPADA!!. Kenali Gejala dan Tanda Anak Anemia Sedini Munkin – dr. Rony Tamba, Sp.A

Next Post

Program Akselerasi Percepatan Penurunan Stunting | Vodcast: Waktu Indonesia Berencana (WIB)

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini Untuk mencegah Diabetes Tipe 2

Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini Untuk mencegah Diabetes Tipe 2

24 Apr, 2026
13
Penyebab Sakit Maag Bukan Hanya Karena Telat Makan, Kenali Penyebab, dan Tips Terhindar Dari Maag

Penyebab Sakit Maag Bukan Hanya Karena Telat Makan, Kenali Penyebab, dan Tips Terhindar Dari Maag

20 Apr, 2026
26

Puskesmas Mengkubang Sediakan Layanan Upaya Berhenti Merokok (GRATIS)

13 Mar, 2026
20
Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan I Tahun 2026

Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan I Tahun 2026

14 Feb, 2026
8
5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Saat Tahu Kehamilanmu Positif

5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Saat Tahu Kehamilanmu Positif

23 Jan, 2026
34
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?