PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Kemenkes: Stigma masih jadi tantangan pasien TB dalam pengobatan

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
24 Agu, 2023
0 0
0
Kemenkes: Stigma masih jadi tantangan pasien TB dalam pengobatan
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

…dan seringkali pasien menstigma dirinya sendiri..

Jakarta (ANTARA) – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Imran Pambudi mengatakan stigma dan diskriminasi masih menjadi tantangan pasien tuberkulosis (TB) yang menyebabkan mereka enggan menyelesaikan pengobatan.

“Pasien TB yang tidak mau mulai pengobatan ataupun tidak menyelesaikan pengobatan gara-gara masalah stigma,” kata dia dalam webinar “TB-CAPS: Together Reducing Tuberculosis Stigma”, Kamis.

Menurut Imran, masalah stigma dan diskriminasi perlu disikapi cukup serius melibatkan tidak hanya petugas kesehatan tetapi perlu adanya kerja sama dari sektor-sektor lain termasuk komunitas.

“Masih kurangnya pengetahuan masyarakat dan petugas kesehatan dan seringkali pasien menstigma dirinya sendiri, petugas kesehatan (harus) mempunyai perilaku kesadaran jangan menstigma pasien TB,” jelas dia.

Baca juga: Pasien TB bisa sembuh asal jalani pengobatan teratur

Menurut Kementerian Kesehatan, stigma terkait TB yang berkembang salah satunya adalah anggapan masyarakat bahwa ini merupakan penyakit masyarakat tidak mampu.

Selain stigma dan diskriminasi, pasien TB juga mengalami masalah dalam mengakses layanan TB yang berkualitas dan untuk mengatasi hal ini Imran mendorong adanya suatu umpan balik dari masyarakat terhadap pelayanan TB yang disediakan pemerintah.

Di sisi lain, dibutuhkan juga data dan informasi terkait hambatan dalam mengakses layanan TB, membuat lingkungan bersahabat bagi pasien untuk menyelesaikan pengobatan dengan baik serta memperkuat komunitas dan masyarakat untuk membuat lingkungan yang menyenangkan dan bersahabat bagi pasien.

Dari segi pengobatan, ini pun menjadi bagian dari tantangan bagi pasien. Menurut Imran, durasi pengobatan cukup lama membuat pasien TB sering disingkirkan atau diberhentikan dari pekerjaan karena dianggap tidak bisa bekerja dengan baik selama masa pengobatan.

Oleh karena itu, imbuh dia, nantinya diharapkan adanya pengobatan TB yang memungkinkan pemulihan pasien lebih singkat semisal dua bulan.

“Ke depan ada rejimen pengobatan yang hanya dua bulan, dan pasien TB RO itu ke depan harapan kita ada pengobatan yang membutuhkan waktu empat bulan sehingga mereka jadi lebih cepat pulih dan segera kembali beraktivitas,” demikian harap Imran.

Menurut Kementerian Kesehatan merujuk laporan Global TB tahun 2022 diketahui jumlah kasus TB terbanyak yakni pada kelompok usia produktif terutama pada usia 25 sampai 34 tahun. Di Indonesia jumlah kasus TB terbanyak yaitu pada kelompok usia produktif terutama pada usia 45 sampai 54 tahun.

Baca juga: Peneliti FKUI kaji pengobatan TB jangka pendek, hanya dua bulan

Baca juga: Kemenkes: Indonesia nomor dua terbesar kasus TBC di dunia

Baca juga: Wakil Ketua MPR ingatkan deteksi dini tuberkulosis harus diperluas

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2023

[ad_2]

Source link

Previous Post

Masker bedah masih bisa dipakai saat kualitas udara tak sehat

Next Post

Pakar gizi ingatkan omega 3 dan 6 penting untuk tumbuh kembang anak

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
8
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
4
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
13
Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

3 Des, 2025
21
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?