[ad_1]

Ditulis laman Channel News Asia, Minggu, studi terbaru menunjukkan bahwa memiliki rutinitas dan kesibukan memberikan manfaat bagi pengidap ADHD. Bahkan ketika gejala sudah lebih ringan, dia mampu menangani lebih banyak tuntutan.
Baca juga: Wanita dengan pasangan ADHD berisiko alami depresi
Mereka menemukan bahwa sekitar tiga perempat pasien mengalami fluktuasi gejala, umumnya dimulai sekitar usia 12 tahun, yang mencakup remisi gejala secara penuh atau sebagian.
Sibley mengatakan periode remisi tersebut lebih mungkin terjadi selama masa-masa sulit dalam hidup, misalnya, mereka yang bekerja atau bersekolah penuh waktu, membesarkan anak-anak, hidup mandiri, atau memiliki kewajiban finansial kepada orang lain selain diri mereka sendiri memiliki peluang lebih besar untuk memperbaiki gejala mereka.
Baca juga: Anak dengan ADHD perlu terapi perilaku untuk cegah perundungan
Tidak semua pengidap ADHD bisa terbantu oleh kesibukan, menurut Dr. Craig Surman, direktur program klinis dan penelitian ADHD dewasa di Rumah Sakit Umum Massachusetts, yang tidak terlibat dalam penelitian ini. Respons gejala mereka bergantung pada apakah kemampuan dan kekuatan seseorang sesuai dengan apa yang diharapkan dari mereka sebagai pelajar, karyawan, atau pengasuh.
Keterbatasan studi yang diadakan Sibley adalah para peneliti mencatat “tuntutan lingkungan” setiap orang dalam interval dua tahun, alih-alih memeriksanya lebih sering.
Psikolog klinis anak dan remaja Douglas Tynan mencatat bahwa mereka yang menderita ADHD dapat mengalami kesulitan dengan tugas-tugas yang membosankan, seperti pekerjaan rumah tangga. Bagi orang-orang seperti itu, menggunakan strategi terorganisasi seperti membuat daftar tugas, juga diperlukan, tidak hanya saat beralih dari satu aktivitas ke aktivitas lain, tapi, juga saat kembali ke aktivitas yang sedang berlangsung.
Baca juga: Ciri-ciri pada orang dewasa yang mungkin mengalami ADHD
Baca juga: Manfaat salmon, tingkatkan kesehatan jantung hingga cegah ADHD
Baca juga: Risiko kematian prematur pada pasien ADHD dapat dikurangi lewat obat
Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2024
[ad_2]
Source link





