PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Konsumsi paracetamol secara rutin pada lansia sebabkan komplikasi

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
18 Des, 2024
0 0
0
Merokok jadi pemicu risiko penurunan fungsi kognitif pada orang lansia
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa penggunaan rutin obat pereda nyeri yang umum ini pada lansia dapat meningkatkan risiko komplikasi gastrointestinal, jantung, dan ginjal.

Sebagaimana dilansir dari Medical Daily pada Senin (16/12), paracetamol atau yang dikenal sebagai asetaminofen pada umumnya digunakan untuk mengatasi nyeri sedang hingga berat atau dikombinasikan dengan bahan lain dalam obat untuk alergi, pilek, dan flu.

Walaupun sering dikonsumsi karena mudah didapat dan tak perlu banyak pertimbangan, mengonsumsi lebih dari empat gram asetaminofen dalam satu hari tidak aman bagi tubuh.

Akan sulit untuk melacak total jumlah asetaminofen yang terkandung dalam beberapa makanan yang dikonsumsi.

Dalam studi yang dipublikasikan di Arthritis Care and Research, telah diteliti efek kesehatan jangka panjang dari penggunaan paracetamol untuk mengelola nyeri kronis yang terkait dengan osteoartritis.

Baca juga: Hindari pemberian paracetamol pada anak usai imunisasi

Baca juga: Pakar paparkan tata kelola perawatan lansia yang baik

Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan obat pereda nyeri umum ini secara rutin dapat dikaitkan dengan beberapa komplikasi serius, seperti tukak lambung, gagal jantung, hipertensi, dan penyakit ginjal kronis.

“Karena dianggap aman, parasetamol telah lama direkomendasikan sebagai pengobatan lini pertama untuk osteoartritis oleh banyak pedoman pengobatan, terutama pada orang lanjut usia yang berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi terkait obat,” kata peneliti Profesor Weiya Zhang.

Para peneliti menganalisis catatan kesehatan lebih dari 180.000 orang dewasa berusia 65 tahun ke atas yang telah berulang kali diberi resep paracetamol, didefinisikan sebagai dua resep atau lebih dalam jangka waktu enam bulan. Hasil kesehatan kelompok ini kemudian dibandingkan dengan sekitar 400.000 orang dewasa pada usia yang sama yang tidak pernah menerima resep parasetamol berulang.

Studi tersebut menemukan bahwa penggunaan parasetamol secara berulang meningkatkan risiko pendarahan tukak lambung hingga 24 persen, tukak lambung tanpa komplikasi hingga 20 persen, pendarahan saluran cerna bagian bawah hingga 36 persen, gagal jantung hingga sembilan persen, hipertensi hingga tujuh persen dan penyakit ginjal kronis hingga 19 persen.

“Meskipun penelitian lebih lanjut kini diperlukan untuk mengonfirmasi temuan kami, mengingat efek pereda nyerinya yang minimal, penggunaan paracetamol sebagai pereda nyeri lini pertama untuk kondisi jangka panjang seperti osteoartritis pada orang lanjut usia perlu dipertimbangkan secara cermat,” ujar Profesor Zhang.

Baca juga: IPADI: Lansia sehat dan berdaya wujudkan visi Indonesia Emas 2045

Baca juga: Kiat hidup sehat bagi lansia

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Previous Post

Mom Uung dukung ibu menyusui dengan edukasi di Breastfeeding Fest

Next Post

Wewenang tugas dasar dan tantangan kerja bagi dokter yang sedang koas

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
11
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
8
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
16
Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

3 Des, 2025
25
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?