PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Mengompol bisa jadi tanda anak kekurangan vitamin

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
3 Okt, 2024
0 0
0
Mengompol bisa jadi tanda anak kekurangan vitamin
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Hasil studi yang baru-baru ini diterbitkan dalam Annals of Medicine menunjukkan bahwa anak-anak yang mengompol atau mengalami enuresis nokturnal primer mungkin kekurangan vitamin D dan vitamin B12.

Menurut hasil studi yang dikutip oleh Medical Daily pada Rabu (2/10), seorang anak dianggap mengalami enuresis nokturnal primer ketika mereka buang air kecil tanpa sadar pada malam hari.

Masalah ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, termasuk kandung kemih yang kecil, pola tidur yang tidak normal, peningkatan produksi urine pada malam hari, dan keterlambatan perkembangan sistem saraf pusat.

Faktor lain seperti stres, kecemasan, dan riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko anak mengalami enuresis nokturnal primer.

Hasil penelitian yang baru menunjukkan indikasi ketidakcukupan atau kekurangan vitamin D serta vitamin B12 pada anak yang mengompol pada malam hari.

Temuan ini didapat dari analisis terhadap 288 anak yang mengunjungi klinik rawat jalan di Rumah Sakit Anak Universitas Kairo, Mesir, karena enuresis nokturnal.

Berdasarkan hasil analisis, sebanyak 48,3 persen dari mereka mengalami insufisiensi vitamin D, sebanyak 31,3 persen mengalami defisiensi vitamin D, dan 25 persen mengalami kekurangan vitamin B12.

Studi tersebut mendapati kadar vitamin D yang lebih rendah memiliki hubungan yang lebih kuat dengan lebih banyak episode mengompol dibandingkan dengan kadar vitamin B12 yang rendah.

Secara spesifik, jika kadar vitamin D anak berada di bawah 13,7 ng/mL, mereka lebih mungkin mengalami kesulitan karena mengompol.

Baca juga: Waspada diabetes jika anak sering mengompol

Baca juga: Diet dan terapi untuk anak yang mengompol pada malam hari

Para peneliti menyampaikan bahwa insufisiensi vitamin D mungkin merupakan abnormalitas vitamin D yang paling umum pada anak-anak dengan enuresis nokturnal primer.

“Insufisiensi vitamin D mungkin lebih umum terjadi pada anak-anak dengan enuresis parah dibandingkan dengan kekurangan vitamin B12,” kata para peneliti.

Hasil studi ini dapat mendorong penelitian lebih lanjut untuk memeriksa kemungkinan penggunaan vitamin D dan vitamin B12 dalam terapi adjuvan potensial bagi anak-anak yang mengompol.

Studi juga menjelaskan bagaimana vitamin D mempengaruhi fungsi kandung kemih. Reseptor vitamin D terdapat pada otot kandung kemih maupun lapisan dalamnya, yang berarti vitamin D berperan dalam bagaimana kandung kemih berfungsi.

Kadar vitamin D cukup akan membantu mengurangi kontraksi kandung kemih yang tidak diinginkan dengan menenangkan sinyal sensorik saat kandung kemih terisi.

Anak dengan kadar vitamin D yang rendah mungkin mengalami kontraksi kandung kemih yang tidak terkontrol.

Kadar vitamin D yang rendah juga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih berulang, yang dapat menyebabkan masalah pada kandung kemih.

Berdasarkan hasil studi, para peneliti merekomendasikan pemeriksaan kadar vitamin D dan vitamin B12 pada anak-anak yang mengompol pada malam hari.

Baca juga: Kekurangan vitamin D berhubungan dengan risiko demensia

Baca juga: Kekurangan vitamin D pengaruhi pemulihan patah tulang pada anak

 

Penerjemah: Putri Hanifa
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Previous Post

Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Kolaborasi Nestlé Indonesia dengan BKKBN

Next Post

Menurunkan prevalensi merokok bisa tingkatkan harapan hidup

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini Untuk mencegah Diabetes Tipe 2

Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini Untuk mencegah Diabetes Tipe 2

24 Apr, 2026
5
Penyebab Sakit Maag Bukan Hanya Karena Telat Makan, Kenali Penyebab, dan Tips Terhindar Dari Maag

Penyebab Sakit Maag Bukan Hanya Karena Telat Makan, Kenali Penyebab, dan Tips Terhindar Dari Maag

20 Apr, 2026
19

Puskesmas Mengkubang Sediakan Layanan Upaya Berhenti Merokok (GRATIS)

13 Mar, 2026
16
Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan I Tahun 2026

Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan I Tahun 2026

14 Feb, 2026
6
5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Saat Tahu Kehamilanmu Positif

5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Saat Tahu Kehamilanmu Positif

23 Jan, 2026
25
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?