PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Metformin berisiko jangka panjang bagi pertumbuhan janin

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
15 Nov, 2024
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Metformin, obat diabetes yang banyak digunakan dan sering diresepkan untuk wanita hamil guna mengelola kadar gula darah dan mencegah komplikasi, mungkin memiliki risiko jangka panjang bagi janin, menurut studi terbaru.

Dikutip dari Medical Daily, Kamis, peneliti menemukan bahwa obat ini dapat menembus plasenta, yang berpotensi menyebabkan pembatasan pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko obesitas serta resistensi insulin pada masa kanak-kanak.

“Kami tahu bahwa ketika seorang wanita hamil mengalami obesitas dan memiliki kondisi seperti diabetes, anaknya lebih mungkin mengembangkan obesitas dan diabetes. Karena penggunaan metformin yang luas pada ibu hamil, penting bagi kami untuk memahami apakah obat ini bermanfaat bagi bayi dalam jangka panjang, atau apakah ada konsekuensi yang tidak diinginkan,” kata salah satu penulis studi, Jed Friedman, dalam siaran pers.

Baca juga: BPOM sebut metformin bermasalah tidak tersedia di Indonesia

Hasil studi yang dipublikasikan di American Journal of Obstetrics and Gynecology menunjukkan bahwa metformin dapat menembus plasenta dengan bebas dan terakumulasi di ginjal, hati, usus, plasenta, cairan amnion, dan urine janin.

Peneliti menemukan bahwa kadar obat ini dalam urine janin hampir setara dengan kadar yang ada pada ibu.

“Akumulasi ini selama kehamilan dikaitkan dengan pembatasan pertumbuhan pada ginjal, hati, otot rangka, jantung, dan simpanan lemak yang mendukung organ-organ perut, yang semuanya berkontribusi pada penurunan berat badan janin,” kata siaran pers tersebut.

Temuan mencolok lainnya adalah bahwa kadar metformin dalam sistem anak tidak berbeda menurut diet ibu.

Baca juga: Metformin bisa cegah kanker darah

“Banyak obat mengalami metabolisme ‘first-pass’ dengan cara diserap pertama kali di hati, yang mengurangi konsentrasi obat sebelum terus disebarkan ke tubuh. Namun, metformin tidak mengalami efek first-pass, melainkan dipindahkan melintasi plasenta, yang mengekspos janin pada dosis obat yang setara dengan dosis orang dewasa,” jelas Friedman.

Meskipun metformin diresepkan selama kehamilan untuk menurunkan risiko komplikasi terkait diabetes, seperti obesitas dan diabetes pada anak, studi ini menunjukkan bahwa obat itu sendiri mungkin berkontribusi pada risiko yang sama.

“Mengingat hasil-hasil ini dan prevalensi penggunaan metformin selama kehamilan, penyelidikan lebih lanjut mengenai potensi efek langsung dan jangka panjang dari penggunaan metformin prenatal sangat diperlukan,” tulis para peneliti.

Penelitian sebelumnya tentang obat-obatan yang digunakan selama kehamilan umumnya berfokus pada apakah obat-obatan tersebut dapat menyebabkan bahaya bagi bayi.

Meskipun metformin dianggap aman karena tidak terkait dengan cacat lahir, para peneliti mencatat bahwa janin tidak memiliki cara untuk membersihkan obat ini sepenuhnya dari sistem tubuhnya.

Baca juga: Obat penurun berat badan bisa bantu kurangi risiko serangan jantung

Baca juga: Unja buat obat pengantar insulin tanpa sakit bagi penderita diabetes

Penerjemah: Putri Hanifa
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Previous Post

Amerika Deteksi Kasus Flu Burung Pertama pada Babi

Next Post

8 Juta Orang Terdiagnosis TBC pada 2023

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
11
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
8
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
16
Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

3 Des, 2025
25
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?