PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Pneumonia bisa memberat karena kurang istirahat 

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
4 Feb, 2025
0 0
0
Pneumonia bisa memberat karena kurang istirahat 
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (DPKR) Prof. Dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P(K) mengatakan infeksi pneumonia bisa menjadi berat jika seseorang tidak menjaga kebugaran dan kurang istirahat ketika menjalani aktivitas.

“Orang misalnya kecapean, kurang tidur, kurang istirahat nah, itu juga bisa banyak orang jadi dapat pneumonia,” katanya kepada ANTARA, Senin.

Ia mengatakan sama seperti saat waktu pandemi COVID-19, pneumonia bisa menyerang pada orang-orang yang sedang tidak fit karena kurang istirahat atau kelelahan.

Pneumonia juga dapat menjadi berat pada orang-orang yang juga memiliki penyakit penyerta atau komorbid yang tidak dikontrol, sehingga infeksi menjadi ganas.

Baca juga: Kemenkes: Kenali pneumonia melalui “BaNaNa”

Baca juga: Wamenkes: Pneumonia terus ancam anak-anak

Selain itu, infeksi pada saluran pernapasan ini juga bisa memberat jika seseorang memiliki daya tahan tubuh yang lemah seperti pengidap HIV, diabetes, dan penyakit kronik lainnya.

Dokter di Rumah Sakit Persahabatan ini mengatakan penyebaran virus penyebab pneumonia dalam masyarakat atau community-acquired pneumonia (CAP) sebenarnya relatif lebih ringan dan bisa dilakukan berobat jalan.

Namun jika virus yang menyebar memang ganas seperti COVID-19, maka pada orang-orang dengan daya tahan tubuh lemah akan mudah terinfeksi dan menjadi berat.

Jika ada gejala batuk dan sesak napas hingga penurunan kesadaran maka perlu penanganan dokter untuk dilakukan anamnesis lebih lanjut.

“Yang penting kita anamnesis, kita nanya batuk-batuk, ada berdahak ga? Apalagi kalau dahaknya warna kuning-hijau gitu, biasanya infeksinya bakteri. Kalau infeksi virus sih dahaknya ga berwarna,” katanya.

Ia juga menjelaskan untuk lebih waspada pada penularan pneumonia yang lebih berat di tempat lainnya seperti di rumah sakit karena tempat berkumpul berbagai penyakit, dan pada orang yang menjalani pengobatan dengan menggunakan alat bantu nafas atau ventilator di ICU.

Faisal juga kembali mengingatkan agar masyarakat kembali meningkatkan kesadaran akan kesehatannya dengan mengontrol penyakit jika sudah ada komorbid, cukup istirahat dan cukup makan agar daya tahan tubuh kuat.

“Karena pneumonia ini menularnya lewat udara, mungkin ada orang yang batuk, atau orang yang flu kita jangan deket-deket, misalkan lagi kurang enak, badan, setelah istirahat, ya kalau kemana-mana pakai masker lah, supaya kita tidak terinfeksi, kalau ada batuk-batuk ya berobat,” tutup Prof. Faisal.

Baca juga: Komorbiditas dan gaya hidup bisa perparah pneumonia pada orang dewasa

Baca juga: Dokter: Kipas angin dan mandi malam tak sebabkan pneumonia

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2025

[ad_2]

Source link

Previous Post

Sejarah Hari Kanker Sedunia dan tema peringatan di tahun 2025

Next Post

Kanker anak lebih sering ditemukan stadium akhir dibanding pada dewasa

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
9
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
4
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
13
Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

3 Des, 2025
21
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?