PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Program BISA bantu pemerintah putus siklus stunting antargenerasi

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
12 Jun, 2024
0 0
0
Program BISA bantu pemerintah putus siklus stunting antargenerasi
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Pasteur, Jawa Barat (ANTARA) – Organisasi berbasis gizi, Nutrition International (NI) mengatakan bahwa program Better Investment for stunting (BISA) yang digagas bersama Save The Children dapat membantu pemerintah memutus siklus lahirnya anak stunting antar generasi.

“Apapun yang kami lakukan selalu fokus pada bagaimana mereka bisa terhindar dari kekurangan gizi. Lalu segmennya ada beberapa grup ada ibu hamil, remaja, anak balita dan perempuan serta ibu hamil kelompok yang sangat perlu perhatian,” kata Country Director Nutrition International Indonesia Herrio Hattu dalam konferensi pers di Pasteur, Jawa Barat, Selasa.

Herrio menuturkan pada ibu hamil dan bayi yang baru lahir, program tersebut menekankan pentingnya wanita untuk mendapatkan gizi yang baik sehingga dapat memiliki kehamilan yang lebih aman untuk melahirkan bayi yang lebih sehat. Hal ini dinilai dapat menjadi langkah awal dalam memutus siklus kemiskinan dalam keluarga yang menjadi salah satu faktor risiko penyebab anak terkena stunting.

Baca juga: Kadinkes tekankan Jabar fokus cegah lahirnya anak stunting baru

Selanjutnya pada kelompok anak balita, BISA mendorong seluruh anak mendapatkan asupan gizi yang baik. Hal ini dilakukan dengan memasifkan edukasi gizi melalui sejumlah media KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi)

“Bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, BISA mengembangkan modul pelatihan tentang gizi ibu dan anak selama 1.000 hari pertama kehidupan, yang menekankan pentingnya suplementasi gizi mikro untuk mencegah cacat lahir. Modul ini memberikan informasi yang lengkap kepada petugas kesehatan di Puskesmas untuk meningkatkan pelayanan kesehatan mereka,” ujarnya.

Kemudian pada usia remaja, BISA mengajak sekolah untuk memberikan tablet tambah darah yang bertujuan untuk mencegah remaja putri terkena anemia dan melahirkan anak stunting. Dengan demikian, kesempatan mereka untuk meningkatkan taraf hidupnya di masa depan dapat meningkat karena kesehatannya makin terjaga.

Baca juga: Bappeda: Perubahan perilaku pengaruhi percepatan penurunan stunting

“Kemudian terakhir pada kelompok perempuan, hal fundamental dalam pendekatan kami adalah kesetaraan gender untuk mengatasi beban malnutrisi yang tidak proporsional yang ditanggung oleh perempuan dan anak perempuan dan mengatasi kebutuhan gizi khusus mereka,” kata dia.

Senior Program Officer NI Indonesia Handayani Wasti Sagala menambahkan bahwa program BISA sudah dijalankan di dua daerah seperti Sumedang, Jawa Barat,  dan Nusa Tenggara Timur.

Program tersebut memiliki area intervensi yang dibagi menjadi tiga lingkup. Pertama masyarakat dan keluarga. Dalam hal ini BISA fokus pada teknik komunikasi perubahan perilaku dan sosial terkait pemberian makan bayi dan anak (PMBA) dan praktik yang tepat dalam aspek kebersihan berupa cuci tangan pakai sabun, memperbaiki pola hidup remaja, ibu hamil dan menyusui hingga pola pengasuhan anak di bawah dua tahun.

Baca juga: Pemprov Banten gelar program gertak cetting

Selanjutnya dalam sistem kesehatan, BISA mendorong pemerintah untuk meningkatkan kapasitas para tenaga kesehatan, staf pengawas dan pemangku kepentingan. Di kabupaten dan provinsi, program tersebut membantu pemerintah dalam memberikan layanan gizi berkualitas yang berkesinambungan dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga mengolah panganan lokal.

Sedangkan terkait dengan kerja sama bersama pemerintah, Handayani menjelaskan program itu mendukung implementasi kebijakan nasional di tingkat pemerintahan yang lebih rendah, dengan mengembangkan kemampuan pemerintah lokal dalam merencanakan, menganggarkan dan memperkuat koordinasi para pemangku kepentingan.

“Sebagai contoh capaian program kami berupa mendukung pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Sumedang untuk membentuk TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) di kabupaten yang memungkinkan tindakan konvergensi yang terkoordinasi, termasuk pemantauan rutin di tingkat kabupaten dan desa,” katanya.

Baca juga: TPPS pusat tinjau aksi intervensi serentak di Posyandu Pontianak

Baca juga: Pemkot Banjarbaru canangkan “Ayo ke Posyandu” cegah stunting

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Previous Post

Bappeda: Perubahan perilaku pengaruhi percepatan penurunan stunting

Next Post

Stres berlebihan memicu dampak serius pada kesehatan 

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
11
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
6
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
14
Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

3 Des, 2025
24
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?