PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Tanda fisik yang bisa dilihat dari kebiasaan merokok

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
3 Feb, 2025
0 0
0
Tanda fisik yang bisa dilihat dari kebiasaan merokok
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Praktisi kesehatan dr. Arifandi Sanjaya mengatakan ada tanda-tanda fisik yang bisa terlihat pada seseorang yang memiliki kebiasaan merokok terutama rokok konvensional yang dibakar.

“Karena dari tar dan karbon monoksidanya ini, di gigi dan mulutnya itu cukup memberikan problem. Seperti mungkin ada bagian yang lebih sering terkena kanker, mungkin juga lebih sering sariawan kadang-kadang,” kata Arifandi dalam acara diskusi laporan Tobacco Harm Reduction di Jakarta, Senin.

Dokter yang juga kreator konten kesehatan di media sosial dengan akun @badassdoctor ini mengatakan rokok konvensional yang dibakar akan memberikan efek kehitaman pada karang gigi, mulut, dan gusi. Ini karena ada proses pemanasan yang langsung menempel pada organ sekitar mulut sehingga suhu panas mengubah warna asli bibir atau gigi.

Ia mengatakan, jika dilihat pada penyakit dalam, maka paru-paru yang akan mendapatkan efek paling instan ketika seseorang menggunakan rokok konvensional. Maka itu ada alternatif rokok yang tidak dibakar dengan tujuan menghilangkan proses pembakaran agar tidak menghasilkan tar dan karbon monoksida, yang disebut Tobacco Harm Reduction (THR), salah satunya vape.

Baca juga: Kemenkes fokuskan penurunan prevalensi perokok pada anak-anak

“Perbedaan yang paling mendasarnya adalah suhu yang digunakan untuk melakukan proses tersebut. Saat kita mau membakar sesuatu dengan mendidihkan sesuatu, panasnya pasti lebih tinggi yang pembakaran. Nah, pembakaran ini saat panasnya lebih tinggi, residunya jauh lebih banyak. Makanya kenapa kita bilang kalau vape ini adalah salah satu produk dari THR,” kata Arifandi.

Ia menjelaskan dalam produk turunan THR, ada proses pemanasan yang lebih rendah, sehingga kandungan zat berbahayanya terhitung lebih ringan dengan pengurangan sebesar 98 persen dibandingkan rokok konvensional.

Hasil uap yang dikeluarkan oleh produk THR juga masih bisa ditolerir oleh paru-paru karena bentuknya masih berupa air sehingga mekanisme tubuh masih bisa mengeluarkan zat tersebut dari sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: Dokter: Perokok aktif di atas 45 tahun wajib skrinin kanker paru

Namun meski ada alternatif yang terbilang aman, kandungan nikotin dalam uap produk THR tetap berbahaya termasuk pada perokok pasif yang ikut menghirup asap tersebut.

“Dan nikotin saat terkena pada anak balita itu tidak baik karena bisa mengganggu pertumbuhan dari otak dan pertumbuhan dari tulang. Makanya walaupun kita bilang oke ini lebih rendah resiko, tapi tetap ada etikanya untuk digunakan, tidak boleh sembarangan, dalam satu ruangan ada anak kecil saya sangat tidak menyarankan,” jelas dokter yang praktek di klinik pribadi di Bandung ini.

Ia mengatakan produk THR bisa menjadi cara untuk membantu mengurangi kecanduan merokok, dengan juga mengurangi jumlah rokok dalam sehari. Jika menggunakan THR lebih nyaman bagi pasien maka pelan-pelan akan dikurangi frekuensi merokoknya hingga pasien bisa berhasil berhenti dari dua produk rokok tersebut.

Baca juga: AVI : Perokok ingin berhenti merokok terhalang stigma

Baca juga: Studi ungkap setiap rokok yang dihisap memperpendek umur

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2025

[ad_2]

Source link

Previous Post

Kemenkes fokuskan penurunan prevalensi perokok pada anak-anak

Next Post

IVM jadi teknologi baru untuk solusi tantangan kesuburan 

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
11
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
7
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
14
Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

3 Des, 2025
25
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?