PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Tidur tidak nyenyak bisa jadi sinyal hormon stres meningkat

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
18 Des, 2024
0 0
0
Tidur tidak nyenyak bisa jadi sinyal hormon stres meningkat
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Tidur tidak nyenyak merupakan sinyal dari tubuh tentang masalah yang lebih dalam, seperti peningkatan hormon stres, menurut seorang dokter.

Seorang praktisi holistik bersertifikat di Massachusetts Dr. Mary Beth Ayer mengungkapkan ada sepuluh tanda yang mungkin menunjukkan kadar kortisol atau hormon stres yang tinggi.

“Pola tidur kita bisa memberi banyak informasi tentang hormon stres. Tidur sangat penting, dan saya tahu betapa frustrasinya bangun tidur tapi masih merasa lelah,” kata Dr. Ayer dalam sebuah video di TikTok yang dikutip dari Medical Daily, Selasa.

Baca juga: Gaya hidup tidak sehat dapat menyebabkan wajah bengkak

Berikut gejala yang perlu diperhatikan menurut Dr. Ayer:
1. Sering terbangun antara pukul 3-4 pagi.
2. Mimpi yang sangat intens dan penuh tekanan.
3. Bangun tidur dalam keadaan berkeringat.
4. Pikiran melaju cepat sebelum tidur.
5. Nyeri di bahu, leher, atau pergelangan tangan saat bangun tidur.
6. Lelah sepanjang hari tetapi terjaga saat waktu tidur tiba.
7. Gelisah dan sering membolak-balik badan saat tidur.
8. Menggertakkan gigi saat tidur.
9. Merasa kepanasan saat di tempat tidur.
10. Merasa sangat lelah ketika bangun tidur.

Baca juga: Hormon stres bisa sebabkan hilang ingatan jangka pendek

Jika seseorang mengalami tiga atau lebih dari gejala ini, Dr. Ayer menyarankan untuk memeriksa hormon dan mencari cara untuk menyeimbangkan kadar kortisol.

“Salah satu tips favorit saya adalah mengonsumsi protein, lemak, dan karbohidrat dalam waktu satu jam sebelum tidur. Contohnya, yogurt Yunani, selai kacang, dan pisang,” ungkap Dr. Ayer.

Kortisol adalah hormon yang berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk mengatur gula darah, mengurangi peradangan, mengontrol metabolisme, dan membentuk memori.

Namun, jika tubuh memiliki terlalu banyak kortisol juga bisa menyebabkan sindrom Cushing.

Selain masalah tidur, kadar kortisol yang tinggi dapat menyebabkan kenaikan berat badan, jerawat, gula darah dan tekanan darah tinggi, kelemahan otot, serta tulang rapuh atau osteoporosis.

Baca juga: Kiat kelola stres lewat kualitas tidur lebih baik

Kortisol yang tinggi juga bisa memicu timbulnya punuk lemak di antara bahu, wajah membulat, serta stretch mark berwarna merah muda atau ungu di kulit.

Perubahan gaya hidup sederhana dapat membantu menurunkan kadar kortisol. Tidur yang berkualitas, olahraga teratur, dan pola makan sehat dapat mengurangi stres.

Mengelola stres dengan teknik relaksasi, seperti latihan pernapasan dalam, juga efektif menurunkan kadar kortisol.

Jika kadar kortisol yang tinggi disebabkan oleh penggunaan obat glukokortikoid (obat anti-inflamasi) dalam jangka panjang, dokter mungkin akan mempertimbangkan untuk menurunkan dosis atau menghentikannya secara bertahap.

Namun, dalam beberapa kasus, kadar kortisol yang tinggi bisa disebabkan oleh tumor di kelenjar pituitari yang memerlukan operasi, terapi radiasi, atau pengobatan tertentu.

Baca juga: Kurang tidur sebabkan masalah imunitas hingga hilang konsentrasi

Penerjemah: Putri Hanifa
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Previous Post

Peringati Hari AIDS Sedunia, Biden Gelar Selimut Peringatan Korban AIDS di Gedung Putih

Next Post

Angka Infeksi HIV pada Remaja Putri dan Perempuan Meroket

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

Kader ILP Kecamatan Damar Meraih Juara 1 Lomba Senam Kreasi Promosi Kesehatan

5 Agu, 2026
1

Indeks Kepuasan Masyarakat UPT Puskesmas Mengkubang Semester I Tahun 2026

27 Jul, 2026
5

Puskesmas Mengkubang Merilis Aplikasi Penunjang Administrasi Pegawai

7 Jul, 2026
5
Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini Untuk mencegah Diabetes Tipe 2

Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini Untuk mencegah Diabetes Tipe 2

24 Apr, 2026
44
Penyebab Sakit Maag Bukan Hanya Karena Telat Makan, Kenali Penyebab, dan Tips Terhindar Dari Maag

Penyebab Sakit Maag Bukan Hanya Karena Telat Makan, Kenali Penyebab, dan Tips Terhindar Dari Maag

20 Apr, 2026
52
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?