PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Vape dapat tingkatkan kerentanan terhadap COVID-19

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
29 Feb, 2024
0 0
0
Vape dapat tingkatkan kerentanan terhadap COVID-19
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Para peneliti memberi peringatan kepada pengguna rokok elektrik, karena sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa vape dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi oleh SARS-CoV-2 atau virus yang menyebabkan COVID-19.

Dikutip dari Medical Daily, Kamis, studi yang dilakukan oleh Universitas California, Riverside menemukan bahwa bahan-bahan tipikal dari cairan vaping, propilen glikol/gliserin nabati atau dengan penggunaan nikotin meningkatkan kerentanan terhadap infeksi COVID-19 melalui mekanisme yang berbeda. Hasilnya dipublikasikan dalam jurnal American Journal of Physiology.

Namun demikian, penambahan asam benzoat ke dalam cairan e-rokok mencegah peningkatan kerentanan yang terkait dengan propilen glikol, gliserin nabati, dan nikotin, demikian disampaikan para peneliti.

Baca juga: Tiga bahan berbahaya rokok elektrik dan efek buruk pada kesehatan

“Pengguna yang menghirup aerosol yang dihasilkan dari propilen glikol/gliserin nabati saja atau cairan rokok elektrik dengan pH netral hingga basa lebih mungkin terinfeksi oleh virus, sementara pengguna yang menghirup aerosol yang dibuat dari cairan e-rokok dengan asam benzoat, pH asam akan memiliki kerentanan virus yang sama dengan individu yang tidak vaping,” kata penulis utama studi tersebut Rattapol Phandthong dalam sebuah rilis berita.

Untuk memahami dampak vaping terhadap kerentanan terhadap infeksi COVID-19, tim menggunakan sel batang saluran udara dari donor dan menciptakan model 3D epitel bronkial manusia.

Kemudian mengekspos sel-sel ini kepada aerosol rokok elektrik JUUL, BLU dan mengamati peningkatan jumlah ACE2, reseptor sel inang untuk virus SARS-CoV-2. Ketika sel-sel tersebut lebih lanjut terpapar aerosol dengan nikotin, ada peningkatan aktivitas TMPRSS2, sebuah enzim yang penting bagi virus untuk menginfeksi sel.

Baca juga: PDPI: Bahaya rokok elektonik sama dengan rokok konvensional

Berdasarkan temuan, para peneliti memperingatkan pengguna untuk berhati-hati terhadap produk yang digunakan dalam vaping dan mendorong mereka untuk berhenti dari kebiasaan tersebut.

“Mungkin yang terbaik bagi para vaper adalah berhenti vaping untuk melindungi kesehatan mereka dan menghentikan ketergantungan nikotin. Jika mereka tidak bisa berhenti vaping, lebih baik untuk menghirup aerosol yang dihasilkan dari cairan e-rokok dengan pH asam atau dengan asam benzoat untuk mencegah infeksi SARS-CoV-2 yang ditingkatkan yang disebabkan oleh nikotin, propilen glikol, dan gliserin nabati. Namun, inhalasi asam benzoat memiliki risikonya sendiri, dan data masih terbatas tentang topik ini,” kata Prue Talbot, seorang penulis studi.

Sementara itu, para peneliti mengakui bahwa hubungan antara rokok elektrik dan kerentanan terhadap SARS-CoV-2 kompleks karena ketersediaan beragam cairannya dan model yang berbeda.

“Studi kami hanya menggunakan e-rokok Classic Tobacco Flavor JUUL dan BLU Classic Tobacco. Bahkan hanya dengan dua e-rokok ini, kami menemukan bahwa aerosol dan bahan-bahan individu menghasilkan efek yang berbeda pada infeksi SARS-CoV-2,” kata Phandthong.

Baca juga: Penelitian produk tembakau alternatif masih perlu diperbanyak

Penerjemah: Putri Hanifa
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Previous Post

Gejala Stunting pada Anak

Next Post

Waspadai benjolan yang muncul di depan telinga, bisa jadi kanker

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
9
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
4
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
13
Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

3 Des, 2025
21
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?