PKM Mengkubang
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ
No Result
View All Result
PKM Mengkubang
No Result
View All Result

Wabah E. coli dikaitkan dengan wortel organik

PKM Mengkubang by PKM Mengkubang
20 Nov, 2024
0 0
0
Wabah E. coli dikaitkan dengan wortel organik
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat terkait wabah E. coli yang dikaitkan dengan wortel organik.

Wabah ini telah menginfeksi puluhan orang di berbagai negara bagian dan menyebabkan satu kematian.

Dikutip dari Medical Daily, Selasa, bakteri ‘E. coli’ dapat menyebabkan infeksi yang bervariasi dari ringan hingga parah, dengan gejala seperti diare (berair atau berdarah), kram perut, mual, dan muntah. Penyebarannya terjadi melalui makanan atau air yang terkontaminasi, serta kontak dengan individu yang terinfeksi.

Anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem imun lemah berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi yang mengancam jiwa.

Baca juga: CDC AS: Jumlah kasus terkait wabah E. coli bertambah jadi 75

Menurut laporan, wabah yang telah terdeteksi sejak September ini dikaitkan dengan beberapa merek wortel organik dalam kemasan, termasuk wortel utuh dan wortel kecil (baby carrots) yang diproduksi oleh Grimmway Farms.

“Dilaporkan ada 39 orang yang terinfeksi bakteri ‘E. coli’ dari 18 negara bagian. Lima belas orang telah dirawat di rumah sakit, dan satu orang meninggal dunia,” demikian pernyataan CDC.

Grimmway Farms telah menarik produk wortel yang terdampak dari pasaran. Meskipun produk yang saat ini dijual kemungkinan besar aman, masyarakat yang masih menyimpan wortel yang telah ditarik diminta untuk segera membuang atau mengembalikannya ke toko.

Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) juga bekerja sama dengan perusahaan untuk mencari sumber kontaminasi dan memastikan apakah ada produk lain yang terdampak.

“Konsumen disarankan memeriksa lemari es dan freezer mereka untuk memastikan tidak menyimpan produk yang telah ditarik. Distributor dan pengecer yang menerima wortel organik dalam kemasan ini harus mengikuti rekomendasi ini dan menghubungi pelanggan mereka,” kata FDA dalam pernyataannya.

CDC juga mengimbau siapa pun yang telah mengonsumsi wortel yang ditarik dari pasaran dan mengalami gejala infeksi ‘E. coli’ untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Gejala infeksi ‘E. coli’ meliputi kram perut parah, diare (sering kali berdarah), demam, dan muntah. Gejala biasanya muncul 3 hingga 4 hari setelah terpapar dan dapat sembuh dalam waktu 5 hingga 7 hari tanpa pengobatan.

Namun, dalam kasus tertentu, komplikasi serius pada ginjal yang dikenal sebagai sindrom uremik hemolitik dapat berkembang, yang memerlukan perawatan di rumah sakit.

“Jika Anda mengalami gejala parah infeksi ‘E. coli’, segera cari layanan kesehatan dan beri tahu dokter tentang apa yang Anda konsumsi,” ujar CDC.

Baca juga: CDC AS peringatkan wabah E. coli terkait keju susu mentah

Baca juga: Wabah e.coli selada romaine tewaskan satu warga AS

Penerjemah: Putri Hanifa
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Previous Post

Waspadai penyakit yang muncul saat musim hujan

Next Post

Florence Pugh ungkap alasan bekukan sel telur pada usia 27 tahun

PKM Mengkubang

PKM Mengkubang

Mitra unggul mewujukan masyarakat kecamatan Damar sehat dan  mandiri  

Please login to join discussion

Terbaru

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

4 Alasan Dokter Gigi Belum Bisa Mencabut Gigi Pasien

9 Jan, 2026
11
Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

Rekapitulasi Penanganan Pengaduan di UPT Puskesmas Mengkubang Tahun 2025

6 Jan, 2026
14
DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

DBD Bukan Ancaman Berarti! Jika Kamu Menerapkan Disiplin Ini!

29 Des, 2025
7
4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

4 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

9 Jan, 2026
14
Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

Kenapa Kualitas Air Minum di Rumah Harus Diperiksa?

3 Des, 2025
25
Facebook Instagram Youtube RSS

Hubungi Kami

Halo Puskesmas (Telp./ SMS/ WA)

0812-7877-8447

RTGD 24 Jam (Telp./ SMS/ WA)

0877-1342-2277

Alamat

Jalan Pasar Damar Desa Mengkubang Kecamatan Damar

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

  • Login
  • Sign Up
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel Kesehatan
  • Profil
    • Tentang
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Peta Lokasi
  • Pelayanan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jenis Pelayanan
    • Standar Pelayanan
    • SOP Layanan
  • Inovasi
    • SIGESITE PIS-PK
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hubungi Kami
    • Kontak
    • Keluhan dan Saran
  • FAQ

© 2020 UPT Puskesmas Mengkubang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Butuh bantuan?
WhatsApp
Ada yang bisa kami bantu?